70% Dana Pembangunan Bandara Internasional Kertajati dari APBD

Situasi News | Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau dikenal Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, dapat digunakan untuk mudik Lebaran 2018. Hal ini seiring dengan selesainya pembangunan fasilitas transportasi tersebut.

Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, dana pembangunan Bandara Internasional di Kabupaten Majalengka dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Adapun total keseluruhan biaya pembangunan untuk darat, diperkirakan mencapai Rp2,1 triliun.

 

 

“Dari total biaya tersebut 70% atau Rp 1,47 triliun adalah equity. Dari 70% equity, 51% atau sekira Rp 750 miliar berasal dari Pemprov Jawa Barat. Sisanya 30% berasal dari pinjaman bank syariah,” jelas dia di Kantor UMP BIJB di Majalengka, Jawa Barat.

Virda ,‎ mengatakan Bandara Kertajati akan beroperasi efektif 24 Mei 2018. Bandara ini dapat melayani masyarakat yang akan mudik Lebaran.

Efektif pengoperasian BIJB 24 Mei 2018,” kata Virda, Kamis (19/4/2018).

Virda menuturkan, Bandara Kertajati dapat menampung 5,6 juta penumpang hingga kini. Dengan luas terminal utama tahap 1A sebesar 96.280 meter persegi, jika ditambah dengan ultimate menjadi 209 meter persegi.

“Luas tanah sesuai masterplan 1.800 hektar area, yang sudah bebas 1.050 hektare area,” ujar dia.

Namun, untuk rute penerbangan‎ dan maskapai yang terbang dari Bandara Kertajati, Virda belum bisa menyebutkan. Pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura II (Persero). “Lagi rapat membahas itu,” kata dia.

Sebelumnya, Bandara Kertajati akan digunakan sebagai bandara untuk melayani kebutuhan penerbangan masyarakat luas, terutama yang akan mudik Lebaran 2018, serta untuk embarkasi haji antara pada 2018. Pengoperasian bandara untuk embarkasi haji antara tersebut, akan diselaraskan dengan kemampuan teknis saat ini serta keselamatan penerbangan yang telah dipenuhi oleh bandara tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Perhubungan Udara Agus Santoso mengungkapkan, saat ini dengan panjang landasan pacu baru mencapai 2.600 meter dan lebar 60 meter. Dari sisi udara Bandara Kertajati siap untuk melayani operasional pesawat wide body sekelas Airbus A330 dan narrow body sekelas Boeing B737 -800/ 900 atau Airbus A320.

“Sebagai regulator penerbangan, kami telah melakukan kalibrasi dan verifikasi kelaikan bandara dari sisi udara sesuai dengan aspek-aspek penerbangan yang tertuang dalam aturan annex 14 Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (CASR) part 139 tentang Aerodromes,” ucap Agus.

Dari proses kalibrasi dan verifikasi ini, Agus menyatakan hingga hari ini sisi udara bandara seperti landasan pacu, taxiway dan apron, GSE road dan pagar sudah selesai 100 persen dan siap digunakan. Sedangkan dari sisi darat seperti terminal penumpang sudah siap 96 persen. Tinggal menyelesaikan hal-hal finishing seperti landscape dan yang lainnya yang akan diselesaikan hingga 24 Mei nanti.

“Dengan demikian, pada saat mudik Lebaran 2018, bandara ini sudah bisa dipakai untuk melayani masyarakat luas yang akan menggunakannya untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga. Lebih dari pada itu penerbangan haji yang diwacanakan pada bulan Agustus nanti, Bandara Kertajati akan siap digunakan sebagai embarkasi haji dengan menggunakan pesawat wide body A330. Pesawat ini mempunyai kemampuan jelajah terbang dari Tanah Air hingga ke Tanah Suci di Saudi Arabia,” lanjut Agus. (oz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *