Bantah Tudingan Hoax dari Kominfo, FPI: Demi Allah Kami Tak Minta Kalian Publikasi atau Apresiasi

Situasi News | Front Pembela Islam (FPI) membantah tudingan Hoax dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait aksi FPI yang turut membantu korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

“Pertama, tidak ada satupun akun yang berbasis dgn FPI menyebarkan Hoax. Foto & video yang kami bagikan adalah asli dari lokasi kejadian,” begitu tulis akun twitter resmi FPI, Selasa (2/10/2018).

FPI menambahkan, pemerintah tak perlu khawatir dengan kinerja Ormas yang dikepalai Habib Rizieq Shihab ini. FPI dengan tegas menyatakan jika aksi membantu korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala tak perlu diliput.

“Demi Allah, kami tak minta kalian publikasi, pun apresiasi. Tapi rasanya tak pantas kalian manfaatkan musibah ini untuk fitnah kami,”tegasnya.

 

 

“Enggak usah risau dengan kerja kami, tak perlu liput yang kami lakukan, dan enggak usah panik dengan keberadaan kami. Yang kami cari hanya Ridho Allah”, lanjutnya.

Pernyataan FPI ini diperkuat dengan statemen Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Haikal Hassan Baras. Menurut Haikal, FPI merupakan salah satu Ormas yang paling cepat datang ke lokasi bencana bersama empat lembaga lainnya.

“Lima lembaga dan satu Partai Politik yang datang pada H+1 pasca gempa Palu sampai ke pelosok (bukan hanya didaerah kota dan utama) adalah: FPI, PKS, Wahdah, ACT, RZ dan IZI,”tulis Haikal di akun Twitternya.

Haikal memaparkan jika FPI, PKS dan lembaga lainnya menempuh perjalanan darat selama 28 jam.

“Mereka rata-rata menempuh 28 jam sampai lokasi. Info ini semata untuk berlomba dalam kebaikan,”tegasnya. (kc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *