Boneka yang diberhalakan melalui pencitraan

Situasi News | Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) mengungkapkan ada ada presiden boneka ‘ndeso’ yang sukses menipu rakyat.

“Kenapa rakyat mau memilih boneka, patung atau berhala untuk menjadi pemimpinnya?” tanya Cak Nun dalam berita berjudul “Peminpin Tanpa Bersalah” di situs www.caknun.com.

Kata Cak Nun, rakyat memilih pemimpin boneka karena partai politik memperkenalkan calonnya dengan mendustakan kenyataannya.

“Calon pemimpin ditampilkan dengan pencitraan, pembohongan, dimake-up sedemikian rupa, dibesar-besarkan, dibaik-baikkan, diindah-indahkan, dihebat-hebatkan,” jelas Cak Nun.

Menurut Cak Nun, membuat pencitraan serta dibesar-besarkan dan pembohongan terhadap calon pemimpin merupakan tindakan kriminal.

“Memang bukan politik, melainkan perdagangan. Bukan demokrasi, melainkan perjudian. Memang bukan kepemimpinan, tapi talbis. Kalau dipaksakan untuk disebut demokrasi, ya… itu namanya demokrasi talbis,” kata Cak Nun.

Cak Nun menerangkan talbis adalah Iblis menemui Adam di sorga dengan kostum dan make up Malaikat, sehingga Adam menyangka ia adalah Malaikat. Maka Adam tertipu. Rakyat adalah korban talbis di berbagai lapisan.

“Mereka dibohongi sehingga menyangka bahwa yang dipilihnya adalah pemimpin, padahal boneka. Boneka yang diberhalakan melalui pencitraan,” papar Cak Nun. (sn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *