Calon Tunggal di Pilkada Puncak, Bisa Minimalisir Terjadinya Konflik

Situasi News | Jakarta, Pilkada Kabupaten Puncak yang hanya diikuti satu pasang calon dinilai akan dapat mengurangi potensi konflik di wilayah tersebut.

Sebab, kondisi kabupetan Puncak yang berada di pegunungan Papua memiliki karakter yang berbeda dengan wilayah lainnya.

Demikian disampaikan Calon Bupati Puncak Willem Wandik usai ditetapkan KPUD Kabupaten Puncak sebagai satu satunya pasangan calon yang lolos verifikasi, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

“Kami akan terus bekerja, bekerja, dan bekerja demi kesejahteraan masyarakat yang terisolasi, dan bekerja untuk mengurangi konflik yang ada, karena wilayah pegunungan tengah Papua itu unik dan indah, kami ingin semua aman dan damai” kata Wandik.

Dikatakan dia, meski sudah ditetapkan sebagai calon tunggal, bukan berarti tidak melakukan apapun alias berdiam diri.

“Kami akan terus mempersiapkan yang terbaik bagi daerah Puncak, Papua, meski kami berhadapan dengan kotak kosong,” tambahnya.

Masih dikatakan dia, Kabupaten Puncak pernah mengalami sejarah suram saat pelaksanaan Pilkada. Saat itu 51 warga tewas karena perang selama proses Pilkada dalam kurun waktu dua tahun pada kisaran 2011-2013. Meski Pilkada sudah selesai, suasana masih mencekam hingga awal 2015.

“Kotak kosong ini juga menurunkan potensi konflik antarpendukung yang terjadi di kabupaten kami. Pada pemilihan awal demokrasi Kabupaten Puncak bergulir, daerah kami sudah kehilangan 50 orang pahlawan demokrasi yang meninggal karena konflik pilkada,”paparnya.

Meski akhirnya permasalahan ‘perang saudara’ itu kemudian diselesaikan secara adat. Pemkab Puncak harus membayar Rp 1 miliar untuk per satu kepala korban meninggal. Bahkan, sambung dia, Pemda juga harus memfasilitasi tradisi bakar batu untuk mendamaikan kedua belah pihak. Biayanya juga sangat besar. Dana untuk bayar ganti rugi itu juga turut dibantu oleh pemerintah pusat.

“Saya dan calon wakil bupati menyampaikan terima kasih banyak kepada masyarakat, Ini menunjukkan kami masih dipercaya rakyat dan partai untuk bersama-sama membangun daerah di pegunungan tengah Papua. Ini merupakan amanah yang besar buat kami menjadi calon Bupati Puncak, Papua,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Puncak menetapkan pasangan Willem Wandik dan Alus Murib sebagai calon bupati dan calon wakil bupati tunggal dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018.

Penetapan itu berdasarkan berita acara rapat pleno penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati kabupaten puncak tahun 2018, nomor: 02/BA/KPU-PUNCAK/2018. Dalam keputusan tersebut, pasangan Willem Wandik yang merupakan petahana dengan alus Murib dianggap telah memenuhi syarat menjadi peserta pilkada Kabupaten Puncak 2018. (NL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *