Cerita di Balik Perempuan Bercadar yang Digiring Dishub di Tulungagung

Situasi News | Sebuah video menampilkan seorang perempuan bercadar tengah digiring petugas Dishub ramai diperbincangkan. Bagaimana tidak, publik masih menyimpan khawatir terhadap perempuan bercadar. Apalagi terkait dengan peristiwa bom di Surabaya, di mana beberapa pelaku memakai cadar.

Terkait video tersebut, sejumlah dugaan pun menyeruak ke ranah publik. Ada yang menyebut, perempuan itu digiring karena bercadar dan tidak boleh menaiki bus di sebuah terminal di Tulungagung.

Mendapati berita itu, Polres Tulungagung membantahnya. Melalui selembar klarifikasi polisi menyebut informasi tersebut adalah palsu alias hoaks.

“Perempuan yang ada dalam video diketahui berinisial SAN. Alamatnya Desa Sedah Kecamatan Jenangan Ponorogo,” tulis Polres Tulungagung dalam keterangannya, Selasa (15/5/2018).

Lebih lanjut, pihak kepolisian membeberkan kronologi kejadian yang telah disalahtafsirkan itu. Sekitar pukul 08.00 WIB, SAN duduk di tangga depan tempat tunggu penumpang dan berada di samping bus patas jurusan Surabaya, kurang lebih selama 20 menit.

Saat itu, SAN duduk diam sambil membawa tas dan memainkan jari-jarinya. Masyarakat yang melihat curiga pada SAN kemudian melaporkannya ke Dishub unit terminal.

Petugas Dishub pun datang menghampiri SAN. Dia diajak naik ke tempat tunggu penumpang dan 15 menit kemudian SAN naik ke bus Bagong.

 

 

Saat berada di dalam bus, penumpang lain merasa khawatir dan kembali melaporkan ke Dishub unit terminal. Anggota Dishub lantas menanyai SAN, tapi saat itu SAN hanya diam seribu bahasa. Tak sepatah kata pun keluar dari mulut SAN.

Oleh karena itu, pihak Dishub akhirnya membawa SAN lengkap dengan tasnya ke kantor Dishub unit terminal.

Namun, lagi-lagi SAN hanya terdiam. Akhirnya, pihak Dishub menghubungi Polsek Kota dan Polres Tulungagung. Setelah polisi datang, barulah SAN memberikan data identitasnya. Ternyata dia adalah santri di Pondok Darussalam Kampung dalem Tulungagung. Saat ini, SAN tengah duduk di kelas 2 SMP.

Dari keterangan SAN itu, pihak Polres menjemput pengurus Pondok untuk menkonfirmasi status dari SAN. Setelah dipastikan bahwa SAN adalah benar santri Ponpes tersebut, pengurus pondok didampingi pihak polres mengantar perempuan bercadar itu ke pondoknya.
Dari keterangan pengurus pondok, SAN sudah 4 kali keluar pondok tanpa izin.

“Tiga kali melarikan diri, SAN tidak memakai cadar dan ketemu oleh pengurus pondok,” ungkap pengurus pondok seperti tertulis dalam keterangan pers Polres Tulungagung.

Lalu, Senin kemarin, keempat kalinya SAN keluar pondok tanpa izin dan baru kali ini dia memakai cadar dengan dalih supaya tidak ketahuan pengurus pondok.

 

Sumber: Kumparan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *