Ditanya soal Prestasi Jokowi, Rocky Gerung: Saya Belum Nemu sampai Sekarang

Situasi News | Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung mengungkap alasannya kerap mengkritik pemerintah.

“Pemerintah itu ditakdirkan untuk dikritik, jadi ya memang karena kekuasan itu cenderung absolut, oleh karena itu kritik adalah permanen di dalam politik,” kata Rocky dalam acara TVOne, Sabtu (10/11/2018).

“Jadi orang yang enggak kasih kritik, ya dia enggak mengerti hakikat kekuasaan. Kekuasaan harus terus dikritik kalau bisa 27 jam sehari,” kata Rocky lagi.

Kemudian, sang pemandu acara, Wahyu Muryadi, menanyakan bagaimana sikap yang harus ditunjukkan pemerintah terhadap kritikan.

“Yang dikritik itu kalau dia nggak tahan dikritik kupingnya aja dia tutup, bukan dia menutup mulut orang yang mengkritik,” jawab Rocky.

“Jadi kalau anda tidak tahan dikritik silakan tutup kuping bukan tutup mulut si pengkritik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, saat ditanya kegemarannya berdebat, Rocky mengatakan bahwa debat merupakan ajang tukar tambah pikiran.

“Debat itu tukar tambah pikiran aja sebetulnya, kan hidup kita dihasilkan melalui perdebatan di dalam politik,” ujarnya.

“Politik dari awal tukar tambah pikiran, kalau kita nggak berdebat, maka kita asuransikan nasib politik kita kepada orang yang bakal mengatur seluruh hidup anda, dan anda tidak punya kesempatan untuk menagih dari dia kebaikan sekecil apapun. Debat harus berlangsung di wilayah publik,” ucapnya.

Namun saat ditanya apakah ketika suatu saat jadi pejabat publik dirinya siap diritik, Rocky memberi tanggapan.

“Saya nggak siap, saya minta kalian yang siap mengkritik,” ujarnya.

Rocky mengatakan jika yang ia kritik hanyalah soal kebijakan publik.

“Saya memberi kritik hanya dalam urusan publik,” katanya.

Wahyu kemudian meminta Rocky Gerung untuk memuji pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Bagian yang baik apa, pujian gitu, kan selama ini kritik terus, kok yang baik tidak pernah dipuji?” kata pembawa acara.

“Bagian yang baik itu memang dimaksudkan oleh konstitusi, kalau berbuat baik ya itu memang tugas dia berbuat baik. Saya berupaya untuk memuji, sampai sekarang belum ketemu apa yang mau dipuji (dari Jokowi),” kata Rocky.

“Kok sebelumnya gak ada kritik ke pemerintahan sebelumnya, seperti zaman SBY?” timpal Wahyu.

“Oh kalau zaman SBY kritik saya justru lebih pedas, misal BLT, tapi itu kritik sebagai kebijakan, bukan sebagai orang (individu),” ujar Rocky. (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *