Fahri Hamzah Ingatkan Pemuda Milenial Tak Terjebak Pencitraan

Situasi News | Jakarta, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengingatkan bahwa anak-anak muda Indonesia, khususnya di zaman milenial layak memiliki masa depan yang lebih baik.

Karena itu, jangan karena ketidaktahuan atau ketidakmauan memahami persoalan secara mendalam akhirnya terjebak dalam pencitraan.

“Ingat, masa depan ini keras dan kejam, dimana kita semua bisa menjadi korban,” ujar Fahri melalui akun Twitter @Fahrihamzah, Rabu (3/1/2018).

Menurut politikus PKS itu, milenial Indonesia merupakan pertanda adanya bonus demografi. Apalagi dalam politik, sambung Fahri, bonus demografi akan dirasakan betul saat pemilu 2019 ini, dimana lebih dari 60 persen adalah pemilih muda, baik yang pemula maupun yang ada dalam jarak usia muda.

Oleh karena itu, kepada masyarakat milenial Indonesia, Fahri menyampaikan bahwa bidang ekonomi, bidang yang akan memberi makan dan kebutuhan dasar, menyalurkan pekerjaan dan berekspresi secara merdeka tanpa mengandalkan negara.

Akan tetapi masalahnya adalah, apakah negara sudah menuju track yang benar pada pemantapan ekonomi yang berkesinambung yang melibatkan generasi baru dalam ekonomi ini? Atau malah sebaliknya negara sedang menggali kubur bagi generasi baru ini?.

“Seperti akhir tahun kemarin, ada banyak pujian yang datang secara sepihak. Seorang pejabat negara mengirimkan saya sebuah guntingan koran jepan yang terkenal: NIKKEI shimbun yang katanya (saya nggak bisa baca) memuji-muji Indonesia. (Berikut korannya). Sambil membaca artikel itu, saya mau sampaikan bagaimana cara kita hari ini mempersiapkan pondasi ekonomi yang kokoh bagi mereka dimasa depan, apakah akan jadi bangsa pemenang sejajar dengan bangsa besar lainnya, atau hanya jadi bangsa yang selalu dimangsa bangsa lainnya,” pungkasnya. (NL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *