Ikut Reuni 212, Non Muslim Ini Usul 2 Desember Jadi Hari Libur Nasional

Situasi News | Cap intoleransi yang kerap dialamatkan kepada sebagian umat Islam perlahan-lahan terbantahkan. Uniknya, anggapan itu dimentahkan warga dari kalangan nonmuslim.

Mereka umumnya menjadi saksi dan ikut merasakan ketenteraman berada di tengah jutaan orang dalam reuni akbar mujahid 212 di Monas, Minggu (2/12/2018). Mereka tak diganggu, sebaliknya malah dihormati oleh peserta yang kebanyakan muslim.

Salah satunya adalah Fransiskus Widodo. Dia datang ke Monas dengan mengenakan kemeja putih dan topi hitam bertuliskan kalimat tauhid. Dalam foto yang dia unggah di akun Twitter, dia tampak berbaur dengan massa.

“Puji Tuhan saya saksi di #ReuniAkbar212 di Monas dan semakin paham sekarang siapa yang radikal? Sono tuh,” cuitnya, Selasa (4/12/2018).

Dia melanjutkan bahwa 212 bukan hanya milik umat Islam, melainkan sudah menjadi milik seluruh umat beragama di Indonesia. Dia pun mengusulkan agar 2 Desember ditetapkan sebagai hari libur nasional.

“Harapan saya di pemerintahan baru besok tanggal 2/12 bisa jadi hari libur nasional. Hari Keadilan Umat,” katanya.

Fransiskus Widodo bukan satu-satunya warga nonmuslim yang ikut reuni 212. Ada juga David Fong. Berbeda dengan Frans, David datang ke Monas dengan pakaian biasa. Tidak mengenakan kemeja putih seperti peserta pada umumnya.

“Saya non muslim, hadir di acara 212 kemarin, ingin membuktikan kepercayaan saya bahwa Islam itu damai dan toleran. Saya tidak menyamar pake peci/topi tauhid, tetapi mereka senyum dan menyapa saya. Islam yang mana yang kalian sebut radikal dan intoleran itu?” cuitnya.

David sekaligus mengunggah sejumlah foto di akun Twitternya menunjukkan dirinya berada di antara massa peserta reuni 212. Dalam salah satu foto, dia melakukan swafoto dengan sejumlah peserta dari kalangan muslim.

 

SUMBER © SITUASINEWS.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *