Indonesia Perang Narkoba, Fahri Hamzah Pertanyakan Sikap Presiden Jokowi

Situasi News | Jakarta, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku heran dengan tidak tampilnya secara tegas sikap Presiden Joko Widodo di tengah ‘perang’ bangsa ini terhadap narkoba.

Bahkan, justru terkesan ‘perang’ terhadap narkotika dari sejumlah penangkapan skala besar tidak dipimpin langsung panglima tertinggi Indonesia tersebut.

“Saya ingin membuat pernyataan yang cukup keras dengan mengatakan bahwa dalam suasana ‘perang’ kita kehilangan panglima, kita tidak punya pemimpin, presiden kita tidak tahu bahwa ini ada perang,” kata Fahri, di Jakarta, Minggu (25/2/2018).

“Bahkan, invansi narkoba kepada Indonesia melalui semua jalur telah terjadi,” tambahnya.

Dalam suasana perang seperti ini, mana presidennya?, sambung Fahri mempertanyakan, apa komandonya?.

Menurut dia, bangsa ini tidak meminta presiden bertindak seperti Duterte membunuh orang, karena itu juga tidak boleh melanggar hukum dan HAM, ditentang oleh konstitusi Indonesia.

“Tapi paling tidak, bangsa ini punya arah sehingga tidak saja setiap orang, setiap keluarga, setiap pejabat, setiap penegak hukum itu harus tahu mesti ngapain, gitu loh,” papar politikus PKS itu.

“Untuk menjaga agar kita tidak menjadi bagian dari gurita bisnis narkoba dunia sekarang yang telah menjadikan Indonesia sebagai pasar yang paling dominan, dan yang menyedihkan juga mengerikan adalah sekali lagi lama-lama kita melihat jumlah konsumen narkoba di Indonesi ini dan jumlah transaksi ekonominya mengkhawatirkan, sampai-sampai nanti uang haram ini mulai masuk ke darah negara, darah pejabat, darah pemerintah,” sebut dia.

“Sehingga kita akan mulai menyimpang secara mendasar dari garis-garis cita-cita nasional melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, ikut serta dalam perdamaian dunia yang berdasarkan pada perdamaian abadi yang berkeadilan sosial, semuanya menjadi hancur lebur karena narkoba semakin mengerikan,” pungkas Fahri. (NL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *