Ini Dia Hebatnya Polisi, Sudah Tertangkap CCTV, Masih Mangkir! Bagaimana KPK?

Situasi News | Indonesialeaks kembali membuka kasus suap 2017, yang melibatkan para petinggi Mabes Polri, termasuk Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Parahnya lagi, dua penyidik KPK dari Mabes Polri yang merusak barang bukti, Kombes Roland Ronaldy dan Komisaris Harun ditarik ke Mabes Polri, sebelum penyelidikan internal KPK dilangsungkan.

Menanggapi dugaan suap ini, Mabes Polri menanggapi temuan tim Indonesialeaks yang mengungkap adanya dugaan transaksi suap yang menyeret nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Mabes Polri, menyatakan bahwa Polri sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan perihal perkara korupsi yang juga menyeret Patrialis Akbar tersebut. Hasilnya, tidak ada aliran suap ke pejabat Polri termasuk, kepada Kapolri.

Namun temuan Indonesialeaks menyebut adanya buku bank bersampul merah atas nama Serang Noor IR. Buku itu merupakan salah satu barang bukti dalam kasus korupsi yang menjerat CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman dan anak buahnya Ng Fenny. Tapi, dua penyidik KPK dari Mabes Polri, Kombes Roland Ronaldy dan Komisaris Harun merusak buku tersebut dengan merobek 15 lembar catatan transaksi dalam buku tersebut.

Keduanya diduga membubuhkan tipex untuk menghapus sejumlah nama penerima uang dari perusahaan Basuki Hariman tersebut. Hal tersebut terekam dalam CCTV di ruang kolaborasi lantai 9 Gedung KPK pada 7 April 2017 malam. Adapun salah satu nama yang tertera di buku itu disebutkan adalah Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kepala Polda Metro Jaya.

Saat dikonfirmasi Indonesialeaks, Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy dan Komisaris Harun menolak berkomentar. Mereka bahkan menegur keras Indonesialeaks dengan mengatakan kasus lama masih saja diungkit-ungkit! Roland yang saat ini bertugas sebagai Kepala Kepolisian Resor Cirebon saat ditemui tim Indonesialeaks, pada Juni 2018. Ia memilih menutup rapat mulutnya dan sesekali menggelengkan kepalanya.

KPK menjadi sorotan dengan adanya kasus ini. Pasalnya, selama ini KPK giat menangkapi koruptor, terutama dari pihak swasta, politikus, dan DPR/DPRD. Namun tak tangguh menghadapi aparat. Ataukah KPK alat kekuasaan atau benar-benar independen?

 

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *