Kapolda Papua: Pengibaran Bendera Israel sebagai Tradisi

Situasi News | Video pengibaran bendera Israel di Papua, beredar luas di media sosial. Benarkah pihak kepolisian menyebut aksi tersebut sebagai tradisi dan tak ada kaitannya dengan politik?

Menanggapi beredarnya video yang menghebohkan karena ada aktivitas pengibaran bendera Irael, Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, menyatakan pengibaran bendera Israel yang menampakkan konvoi kendaraan ini dilakukan oleh komunitas Sion Kids. Menurut Boy, apa yang mereka lakukan merupakan acara peringatan budaya yang sudah menjadi tradisi. Jadi, pengibaran bendera Israel merupakan tradisi.

“Pengibaran bendera Israel di Jayapura peringatan dari komunitas Sion Kids, ini komunitas masyarakat. Itu sudah seperti tradisi dan merupakan budaya,” ujar Boy saat dihubungi CNN, Kamis (17/5/2018).

Boy mengatakan bahwa acara peringatan ini tidak memiliki kepentingan politik apapun. Bahkan Boy menyebutkan bahwa komunitas ini mengagungkan budaya Israel yang berasal dari keturunan Adam. Namun, menurut Boy, kegiatan yang mereka lakukan tersebut tidak mencerminkan dukungan terhadap Israel sebagai sebuah negara.

“Mereka dulu ada sejarah dengan pendeta Israel yang dulu pernah berdakwah datang ke Indonesia. Itu sekarang sudah jadi tradisi dan budaya. Itu saja tidak ada kepentingan lain,” kata Boy.

Boy menyatakan harapannya agar masyarakat luas tidak berpersepsi bahwa acara budaya ini sebagai bentuk dukungan terhadap negara Israel.

“Jauh sekali dengan bentuk dukungan terhadap Israel. Tidak ada maksud dukungan untuk Israel. Intinya ini hanya acara peringatan,” ujar Boy.

Boy pun mengatakan bahwa tidak ada konflik yang terjadi di Papua karena acara peringatan ini sudah dianggap sebagai budaya. Boy meminta hal yang sudah menjadi tradisi ini tidak perlu dipermasalahkan, apalagi dikaitkan dengan aspek politik.

“Damai-damai saja. Jangan bandingkan dengan Jakarta. Kita (Papua) baik-baik semua, toleransi bagus. Jadi saya tekankan apa yang terjadi itu aspek budaya. Tidak ada aspek politis, bukan dukungan Israel,” kata mantan Kepala Divisi Humas Polri ini.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *