Kepala BNPT Khawatir “Bonus Demografi”

Situasi News | Komjen Pol Drs Suhardi Alius menghawatirkan bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Kekhawatiran ini berangkat dari penerimaan CPNS Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang dinahkodainnya jumlah pendaftarnya mencapai 15 ribu peserta.

“Tahun lalu saya mendapat jatah dari Menpan RB menerima CPNS. Yang daftar 15 ribu orang. Semua S1 dan S2. Satu sisi saya bangga dari 60 itu 15-nya cum laude dengan nilai paling tinggi yang sesuai dengan saya butuhkan. Namun kesedihan saya, itu yang 15 ribu sekian mau kemana?” kata Suhardi dalam Studium Generale di Sasana Ganesha ITB, Sabtu, (10/02/2018).

Jumlah tersebut, kata Suhardi, baru BNPT belum Kementerian yang lain. Artinya satu sisi melahirkan intelektual terus. Di satu sisi kemampuan menyerap harus difikirkan.

“Mereka disalurkan kemana. Ini yang harus dipikirikan,” tambahnya.

Suhardi mengaku senang dengan bonus demografi alias banyak usia produktif di Indonesia. Namun pemerintah harus diingatkan, apakah mereka terserap dengan baik.

“Artinya hati-hati dengan bonus demografi. Kalau ngga, jadi masalah buat kita,” ungkap mantan Wakapolda Metro Jaya ini dihadapan mahasiswa ITB.

Menurut Suhardi, kalau bicara radikalisme, bonus demografi yang tidak terseraf itu juga rawan terkena infitrasi. Ada kerawanan orang prustasi dan mudah disusupi.

Dalam kesempatan tersebut, Suhardi mengajak kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri. kalian. Mahasiswa agar tidak lupa untuk meningkatkan skill dan knowledge, dan berahlak dengan baik. (Qie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *