Kini, Giliran Petani Tebu Yang Dibuat Sengsara Oleh Mendag Enggar

Situasi News | Petani tebu dibuat menderita. Pelakunya adalah Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Kebijakan Enggar membatasi harga beli gula dari petani di bawah Rp 10 ribu sangat menyengsarakan para petani tebu, terlebih kebijakan itu diambil saat memasuki masa panen.

Kebijakan Enggar yang dinilai salah bukan ini saja. Sebelumnya dia diprotes karena mendatangkan beras dari Thailand dan Vietnam padahal padi di Tanah Air masuk musim panen.

“Kenapa ketika petani tebu sedang panen, tapi mematok harga beli gula dalam negeri dengan harga rendah. Ini kan tidak tepat. Kasihan nasib petani tebu kita, yang seharusnya untung di musim panen malah merugi,” kata anggota Komisi VI DPR RI, Linda Megawati, Senin (30/7/2018).

Kebijakan membatasi harga pembelian gula petani lokal oleh Bulog sebesar sekitar Rp 9.700 per kg, kata Linda, sangat merugikan petani. Sebab, biaya produksi yang harus ditanggung oleh petani tebu sangatlah tinggi.

Tak hanya protes dengan kebijakan tersebut, politisi Partai Demokrat ini juga mempertanyakan langkah Mendag Enggartiasto yang hanya memberikan kewenangan kepada Bulog untuk membeli gula dari petani. Padahal, banyak industri swasta yang mau membeli gula dari petani lokal dengan harga yang jauh lebih tinggi.

“(Makanya) lebih baik diserahkan saja kepada petani dan industri dalam menentukan harga. Bebaskan saja petani bernegosiasi mencari pembeli selain Bulog agar mereka saat musim panen ini tidak rugi,” tukasnya. (rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *