Komisi V DPR Segera Bentuk Panja Kasus Ambruknya Konstruksi Infrastruktur Jokowi

Situasi News | Jakarta, Ketua Komisi V DPR RI Fahri Djemi Francis mengaku prihatin atas insiden ambruknya sejumlah kontruksi infrastruktur publik yang sampai memakan korban jiwa para pekerja.

Sebab, insiden tersebut terjadi tidak lama setelah dewan mengesahkan aturan perundang-undangan tentang jasa konstruksi yang mengatur penuh terkait kemanan dan keselamatan kerja.

“Kita prihatin di tengah kita baru mengesahkan UU Jasa Kontruksi yang mengatur tentang keamanan dan keselamatan jasa kontruksi, justru malah dalam enam bulan ada pada catatan kami ada 12 yang ambruk padahal di dalam UU jasa kontruksi mengatur tentang safety,” kata Djemi di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (6/2/2018).

Ia menduga sejumlah rangkaian insiden tersebut akibat dari pengerjaan yang terburu-buru untuk diselesaikan, sehingga mengabaikan keselamatan dan keamanan pengerjaan mega proyek tersebut.

“Kita melihat adanya kesan cepat bangun, cepat resmikan, tapi mengabaikan safety dan security. Itu kita tidak inginkan,” ujar sekertaris fraksi Gerindra DPR RI itu.

Oleh karena itu, sambung dia, komisi V akan segera membentuk panitia kerja (Panja) untuk menelisik lebih dalam terkait sejumlah insiden tersebut.

“Kita sedang lmendalami agar komisi V dapat membentuk Panja dalam kasus ini. Jadi kemungkinan kita akan bentuk Panja dari kasus ini,” pungkasnya.

Sebelumnya sempat diberitakan, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta agar pemerintah mengevaluasi terhadap pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur terkait aspek keselamatan kerja (K3).

Hal itu terkait dengan kembalinya terjadi kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur jalan dan jembatan, yakni robohnya (double track) rel kereta cepat Jakarta-Bandung dan crane yang menewaskan empat orang pekerja dan lima orang mengalami luka-luka di Jatinegara, Jakarta Timur, beberapa hari lalu.

“Meminta Komisi V dan Komisi IX memanggil Menteri PUPR dan Menteri Perhubungan untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban, ata kejadian tersebut. Mengingat sejak akhir tahun lalu, tercatat adanya 12 kecelakaan kerja proyek infrastruktur,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (5/2/2018).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *