Makjleb! Ini Tulisan Warga Kristen Medan Tentang Toleransi, Bantu Share Yaa

Oleh:
Nicholas Frans Fiskos

Situasi News | Jangan kau ajari aku konsep kekristenan, karena belum tentu kau lebih memahami konsep Kristen dibandingkan aku. Silakan kau buka di Alkitab mu itu, berapa kali Yesus itu ke Bait Allah (Gereja) ?. Asal kau tahu anti kritus itu juga selalu berada di bait Allah, makanya kau cari tahu siapa yang mengorbankan Yesus ke Herodes ?.

Aku saja sampai detik ini tidak berani mengatakan seorang Kristen, sebab Kristen itu sebutan untuk pengikut Yesus Kristus, mengikuti Yesus harus siap memikul salib (penderitaan) dan aku belum menemukan sedikit pun penderitaan itu.

Jika bagimu beribadah itu hanya datang ke Bait Allah (Gereja) maka dengan tegas aku menolak itu, sebab beribadah bagiku itu membantu orang yang kesusahan, memperjuangkan hak orang lain, berkorban untuk kebahagiaan orang lain, sebab disanalah tempat praktek ajaran “Kasih” yang sejati jika kamu mengikuti ajaran Yesus dengan berbagai perumpamaannya.

Jangan juga kau ajarkan aku Toleransi, karena didarahku mengalir darah orang – orang yang rela mengorbankan hartanya demi agama orang lain.

Silahkan tanya HKBP PAROPO siapa yang memberikan tanahnya agar gereja itu bisa berdiri disana, Bapakknya opungku itu masih masih menganut kepercayaan leluhur tapi dia merelakan tanahnya untuk dibangun gereja HKBP bahkan dikuburannya kami tidak meletakkan salib.

Opungku KP. SILALAHI (seorang Kristen) mantan Kepala Penjara di Tembilahan yang mewakafkan tanahnya untuk dijadikan pekuburan muslim (Daerah Paret 9) sehingga umat muslim disana malah bersuadaya untuk membangun gereja.

Sesungguhnya ke Fanatikanmulah yang merusak indahnya toleransi dinegri ini, karena kerakusan segelintir orang untuk menguasai sumber daya sehingga menciptakan gelombang Fobia terhadap Islam dan kaum dungu yang fanatik itu malah ikutan latah membenarkan fobia Islam itu.

Kenapa kau protes jika umat Islam meyakini Al-Qur’an nya tentang memilih pemimpin ?

Adakah umat Islam yang protes ketika kau meyakini kitab sucimu ?

Mengapa juga kau risih bila umat Islam menganggap Kafir orang yang tidak seakidah dengan mereka, bukankah orang yang tidak seiman denganmu itu disebut “Domba” yang tersesat ?

Sudahlah dan mari kita hentikan Kedunguan ini yang selalu saja iri dengan keyakinan orang lain, sebab kesurga pun kita masing – masing sesuai dengan apa yang kita yakini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *