Ngaku Simpan 9 Juta Ternyata 48,9 Juta, Tukang Becak Renta Beri Jawaban Tak Terduga soal Uangnya

Situasi News | Seorang tukang becak di Jalan Teratai Tambaksari Surabaya mengalami nasib malang.

Asnan (72), yang diketahui tinggal di becaknya bersama tumpukan pakaian lusuh dan peralatan mandi seadanya, ditemukan lemas oleh warga, Rabu (21/3/2018).

Kamis (22/3/2018), kondisi badan Asnan panas tinggi dan sangat lemas.

Petugas yang mencari petunjuk pun dikagetkan oleh temuan kresek dan plastik di becak Asnan.

Bukannya identitas, petugas malah menemukan uang pecahan ratusan hingga ribuan yang berjumlah Rp48,9 juta.

“Sempat gak mau dibopong bilangnya bisa sendiri. Padahal kondisinya lemas,” ujar Tri Wahyudi, anggota Karang Taruna Kelurahan Tambaksari.

Sementara itu, rekan sesama tukang becak juga mengaku tidak tahu alamat Asnan.

Mereka khawatir jika ada yang mengaku keluarganya setelah mengetahui kabar tentang uang di becak Asnan.

Uang itu kemudian diamankan oleh pihak Kecamatan Tambaksari.

“Jumlahnya Rp 48.970.000. Saya tanya dia tahu, ia bilang ada Rp 9 juta, padahal kita hitung ada segitu,” ujar Camat Tambaksari, Ridwan Mubarun, Kamis (22/3/2018).

“Saya tanya buat apa uangnya, dia jawab hanya dikumpulkan. Jadi hanya pengin ngumpulin uang itu. Ditanya untuk haji, dia jawab iya,” tambah Ridwan.

Asnan mendapat uang tersebut dari pemberian sukarela warga yang kemudian ia kumpulkan dan ikat pakai karet gelang.

Asnan sudah dibawa ke RS Dr Soetomo dan dirawat di sana setelah didiagnosis menderita TBC.

Ketika ditemui di rumah sakit, Asnan kembali memberi keterangan tentang tujuannya mengumpulkan uang.

Jawabannya pun tak terduga.

“Duite ngge dodol rokok teng pojokan (Uangnya untuk jual rokok di pojokan),” ujar Asnan dengan terbata-bata dan suara tidak begitu jelas.

Asnan juga mengaku sudah lama menarik becak.

“Mulai zaman londo, anak kulo kaleh bojone sampun sedo di Sumobito, Jombang (anak saya sama istrinya sudah meninggal di Sumobito, Jombang),” ucapnya sambil terbaring di tempat tidur sambil kesulitan berbicara.

“Dadi pelayan kirim-kirim dokumen, barang, duit teng bank daerah Gubeng,” lanjut Asnan, menjelaskan bahwa dirinya seorang pelayan. (tn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *