Pengamat Ingatkan Prabowo soal Wagub DKI: PKS sudah Banyak Mengalah

Situasi News | Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengingatkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk tidak mengabaikan sikap PKS terkait posisi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta yang sampai saat ini masih menjadi polemik.

Menurut Hendri, kekecewaan kader PKS yang dapat mematikan mesin partai jika tidak mendapatkan posisi Wagub DKI dapat berdampak besar terhadap usaha memenangkan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Kalau memang akhirnya Gerindra memaksakan untuk tetap (mendapatkan posisi) wagub, artinya memang Pak Prabowo sudah tidak berniat menang lagi di pilpres,” ujar Hendri seperti dilansir Kompas.com, Kamis (1/11/2018).

Hendri pun mengingatkan Prabowo bahwa PKS sudah beberapa kali mengalah selama perjalanan koalisinya dengan Gerindra. Contohnya, PKS yang merupakan petahana di Jawa Barat rela tidak mencalonkan kadernya pada Pilgub Jabar 2018.

“Alih-alih mencalonkan kadernya sebagai cagub, PKS malah memberikan keleluasaan kepada Gerindra untuk menentukannya. Ahmad Syaikhu yang merupakan kader PKS mendapatkan posisi cawagub mendampingi Sudrajat,” kata Hendri.

Selain itu, Hendri menyebut PKS juga mengalah saat penentuan capres dan cawapres 2019. PKS akhirnya berbesar hati menerima Sandiaga Uno yang merupakan kader Gerindra untuk menjadi cawapres mendampingi Prabowo.

“Cawapresnya Gerindra, Ketua Pemenangannya Gerindra, semuanya Gerindra. Jadi kalau misal mau diambil juga wagub Jakarta, artinya semuanya untuk Gerindra. Makanya (Prabowo seperti) tidak ada niatan untuk menang pilpres, hanya membesarkan Gerindra saja,” ujarnya.

Bila PKS mematikan mesin partai, lanjut Hendri, peluang Prabowo-Sandi memenangkan pilpres akan menjadi berkurang. Ia pun khawatir jika partisipasi PKS dalam pilpres 2019 hanya agar tidak mendapatkan sanksi dari KPU.

“Setelah itu mereka berjuang untuk pemilihan legislatif saja. Kan masih ada tugas lain, ini kan tidak melulu tentang presiden. Kalau (Prabowo-Sandi) menang pilpres, ya itu dianggap bonus saja,” pungkasnya.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *