PLN dan Pertamina dalam Bahaya

Situasi News | Keputusan pemerintah untuk tidak mengusulkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2018 memperberat beban PT Pertamina dan PT PLN. Subsidi energi yang dialokasikan lewat kedua perseroan tak lagi mampu menutup selisih harga dan biaya penyediaan bahan bakar minyak (BBM) penugasan dan listrik golongan rumah tangga miskin.

Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto, mengatakan perusahaannya terbebani oleh pelemahan rupiah dan naiknya harga minyak. Dia menyatakan pasrah terhadap keputusan pemerintah tak mengubah anggaran. “Kami sedang mencari jalan lain untuk menekan kerugian, seperti efisiensi operasi dan penerapan lindung nilai. Kami sudah memitigasi risiko ini,” kata Sarwono kepada Tempo, kemarin.

Indikasi keuangan PLN tertekan telah tampak pada triwulan pertama 2018. Data kinerja perusahaan menunjukkan PLN merugi Rp 6,49 triliun. Salah satu penyumbangnya adalah beban selisih kurs yang mencapai Rp 4,2 triliun, naik 44 persen dibanding sepanjang tahun lalu yang hanya Rp 2,93 triliun. Biaya BBM sebesar Rp 5,6 triliun turut menggerus pendapatan perseroan.

PT Pertamina (Persero) juga menyatakan melesetnya asumsi makro dalam APBN turut berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Namun Sekretaris Perusahaan Pertamina, Syahrial Mukhtar, enggan membeberkan detailnya.Dia mengatakan Pertamina meminta tambahan subsidi BBM kepada pemerintah. “Untuk skemanya, silakan tanya ke pemerintah,” kata Syahrial.

Pada Maret lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution sempat menyatakan perlu ada tambahan subsidi agar Pertamina tak kolaps lantaran harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) telah jauh melampaui asumsi makro APBN 2018. Hingga awal Mei, Darmin juga masih mengisyaratkan kebutuhan tambahan subsidi sekitar Rp 10 triliun lewat APBN-P.

Namun rapat kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor pada Senin lalu memutuskan tak akan ada perubahan APBN 2018. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan keseluruhan postur anggaran masih bisa dipertahankan dengan baik walaupun asumsi makro dalam APBN meleset.

Kemarin Menteri Sri mengatakan tambahan subsidi energi tak harus dilakukan lewat APBN-P. Rencana kenaikan subsidi solar dari Rp 500 menjadi Rp 2.000 per liter akan menggunakan pos anggaran yang tersedia. Nantinya, kata dia, penetapan kenaikan subsidi akan dilakukan langsung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat. “Tambahan ini tak akan mengganggu pos belanja yang lain,” kata Sri.

Keterangan berbeda dilontarkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Djoko Siswanto. Pelaksanaan penambahan subsidi BBM sebesar Rp 2.000 per liter diserahkan kepada Kementerian Keuangan. “Kami hanya mengusulkan saja,” kata Djoko.

Alokasi Tak Mencukupi

Sejumlah asumsi makro, indikator perekonomian yang digunakan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, tahun ini meleset. Lonjakan harga minyak dan anjloknya nilai tukar rupiah membuat alokasi subsidi dalam APBN 2018 tak relevan lagi.

Asumsi Meleset

Keterangan APBN 2018 Realisasi* Pertumbuhan ekonomi (%) 5,4 5,1 Indonesia Crude Price (US$/barel) 48 66,42 Nilai tukar (Rp/US$) 13.400 13.746 Lifting minyak (ribu barel/hari) 800 742 Lifting gas (juta barel setara minyak/hari)

*) Realisasi merujuk ke proyeksi pertumbuhan ekonomi semester I; rata-rata ICP Januari-Mei; rata-rata JISDoR Januari-Juni; dan lifting hingga Juni.

Subsidi Energi Rp 94,52 Triliun

Keterangan APBN 2018 Realisasi* Subsidi listrik Rp 47,66 triliun 50,42% Subsidi LPG 3 kg Rp 37,55 triliun 39,74% Subsidi bahan bakar tertentu Rp 9,3 triliun 9,84%

Kutipan:

“Ada tambahan biaya Rp 1,3 triliun setiap kenaikan Rp 100 (per dolar AS). Hari ini sudah Rp 10 triliun lebih (pertambahan biaya). Belum dari batu bara, bahan bakar minyak, dan selisih inflasi.”
Direktur Utama PLN Sofyan Basir, di kompleks Dewan Perwakilan Rakyat, Senin (16/7/2018).

 

 

 

Sumber: Tempo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *