Politikus PDIP Tegaskan yang Ikut Reuni 212 Tolol dan Tak Islami

Situasi News | Orang-orang yang ikut acara reuni 212 di Monas tidak punya otak dan kegiatan sangat politis untuk mendukung Prabowo Subianto.

“Tinggalkan ketololan kalian,” kata politikus PDIP Kapitra Ampera, Kamis (29/11/2018).

Kata Kapitra acara reuni 212 sudah tidak masuk akal karena Ahok sudah masuk penjara. “Dulu kan aksi Bela Islam itu meminta Ahok dipenjara, kan itu sudah. Masa sekarang minta Ahok dihukum seumur hidup,” ungkap mantan pengacara Habib Rizieq itu.

“Mana ada reuni di dunia ini terus-terusan. Tidak pernah ada tuh reuni perang Badar dan Uhud seperti itu. Itu nggak Islami,” kata Kapitra.

Kapitra menyebut demo aksi 212 sudah tidak murni lagi serta bermetamorfosis membela salah satu kandidat calon presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bila aksi reuni 212 di Monas tetap dilakukan, Kapitra berencana membuat aksi tandingan dengan jumlah massa dua juta orang.

“Jangan dibungkus aksi 212 yang dulu bagus dan sakral dengan sesuatu yang zolim. Jangan berlebihan dan lebay,” tegas Kapitra

SUMBER © SITUASINEWS.COM

7 tanggapan untuk “Politikus PDIP Tegaskan yang Ikut Reuni 212 Tolol dan Tak Islami

  • Desember 1, 2018 pada 2:52 am
    Permalink

    Sungguh jauh tersesatnya dgn berkata tak pantas.sebegitu keringnyakah persaudaraan muslim yg dulu pernah bergandeng tangan.mungkinkah daki dunia telah menutup Nur Ilahi telah menutup hati..kembalilah kejalan yg benar.bukankah setiap kata dan perbuatan akan dimintai pertanggung jawaban diakhirat.

    Balas
  • Desember 1, 2018 pada 6:27 am
    Permalink

    Sejak lahirnya istilah islam nusantara maka semakin terlihat siapa golongan munafikun yang menjadi musuh umat islam sendiri. Alloh swt selalu berpihak didalam kebenaran.

    Balas
  • Desember 1, 2018 pada 11:51 am
    Permalink

    Ngapain ngurusi kami yang mau reuni…..yang tolol itu kmu!!!!

    Balas
  • Desember 2, 2018 pada 3:01 pm
    Permalink

    yg gak punya otak tu lo cebong.bilang aja lo panik..bangsat

    Balas
  • Desember 3, 2018 pada 4:43 am
    Permalink

    Maklum si merah…tahun 1965 ada juga partai warna merah yg bantai Islam dan jenderal

    Balas
  • Desember 5, 2018 pada 2:24 am
    Permalink

    Inilah mahluk yg kualat menjauh dari imam besar makin tolol dan makin ngawur, memang ahok sdh dipenjara tapi rezim belum diganti itu masalahnya cebong. Rakyat menginginkan kerajaan cebong segera diganti oleh kepemimpinan yang pro islam bukan yg anti islam seperti kalian. Masa harus ditabok dulu biar paham….

    Balas
  • Desember 7, 2018 pada 9:40 pm
    Permalink

    SEJAK MASUK MENJADI TIM ZAENUDIN NACIRO mulutnya menjijikkan

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *