Rupiah Makin Terkapar, BBM dan TDL Siap-siap Naik

Situasi News | Sekretaris Bidang Ekonomi Keuangan, Industri, Teknologi dan Lingkungan Hidup (Ekuintek-LH) DPP PKS Handi Risza menilai melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS akan berimbas pada kegiatan ekonomi satu sama lain.

“Hampir semua produk barang dan jasa yang berasal dari barang impor akan ikut naik. Obat-obatan impor, sparepart impor, barang-barang elektronik impor akan naik,” ungkap Handi di DPP PKS Jakarta Selatan, lansir pks.id Selasa (4/9/2108).

Lebih lanjut, calon anggota legislatif DPR RI Dapil Sumbar 1 itu mengatakan bahan pokok yang punya hubungan dengan barang impor akan naik seperti pakan ternak dan vaksin ternak. Dampaknya, ujar dia, harga telur dan daging ayam akan naik.

Pelemahan rupiah yang menembus angka Rp 15.011 per dolar AS pada Selasa (4/9/2018) malam juga akan berdampak pada naiknya harga BBM. Sebab, menurut Handi, impor minyak mentah Indonesia pada Januari 2018 tercatat sebesar USD573,6 juta.

 

Rupiah sentuh angka Rp. 15.011,00 Selasa (4/9/2018), Foto: Google

 

Jumlah tersebut naik signifikan sebesar 95,63 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya (year on year) USD293,2 juta. “Kalau BBM naik sudah pasti TDL akan ikut naik. Angka inflasi untuk volatile food relatif tinggi,” ungkap dia.

Saat ini, menurutnya, Indonesia belum bisa mengambil manfaat dari pelemahan rupiah, untuk mendorong kinerja ekspor nasional. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini telah menembus ambang batas psikologisnya, sebesar Rp14.900.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *