Soal Mako Brimob, Tugas Pemerintah Ungkap Fakta, Bukan Ikutan Simpati

Situasi News | Jika dalam negara ada peristiwa yang merugikan dan mendatangkan korban, maka rakyat wajib memberi simpati.

Begitu kata Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menanggapi insiden kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan Cabang Salemba, Mako Brimob Kelapa Dua Depok yang menewaskan lima anggota polisi.

Menurutnya, simpati merupakan kesibukan yang harus dilakukan rakyat, bukan pemerintah

Fahri menjelaskan bahwa kesibukan pemerintah yang utama adalah mengungkap peristiwa dan terbuka kepada publik tentang apa yang terjadi.

“Kesibukan utama pemerintah bukan soal kesedihan korban, tapi soal membuat terang kejadian sehingga keadilan dan hukum ditegakkan secara tuntas,” jelasnya sebagaimana dikutip dari akun Twitter @fahrihamzah, Sabtu (12/5/2018).

Kesibukan ini jangan di balik. Apalagi jika kemudian kesedihan disebut lebih utama ketimbang kebenaran.

Sebab, sambung Fahri, akan sia-sia nyawa korban apabila negara gagal membawa pada penegakan hukum dan kebenaran untuk mendapatkan keadilan.

“Waktu Novel Baswedan jadi korban, semua menyatakan prihatin dan berduka seolah tugas negara itu berduka. Padahal, fakta dan kebenaran tidak terungkap. Dan Presiden Jokowi bilang ‘tunggu Polri angkat tangan’. Hebat betul,” sindirnya.

Fahri melanjutkan, ada banyak fungsi dalam negara termasuk memberikan santunan. Tapi negara hukum ditandai dengan tegaknya hukum yang akan menjadi dasar kebersamaan rakyat sepanjang masa.

“Maka, jangan bergeser untuk menemukan fakta yang benar,” tukasnya. (rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *