Tak Terima Masuk Islam, Ibu Bawa Pengacara Jemput Anaknya, Jawaban Anaknya Buat Pengacara Terdiam

Situasi News | Seorang anak yang sudah menginjak usia dewasa, dalam hukum bernegara maupun hukum agama ia sudah dinyatakan memiliki tanggung jawab atas dirinya sendiri. Artinya jika ia berbuat salah, maka ia bisa dikenai hukuman, dan jika ia berbuat kebaikan, maka ia akan mendapatkan reward.

Pada usia dewasa juga seorang anak hendaknya diberi kebebasan untuk memilih arah hidupnya. Sebab, usia dewasa bukan masa anak-anak lagi. Di usia ini seseorang sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Namun sepertinya tidak semua orang tua memberikan ruang yang cukup untuk kebebasan anaknya yang sudah dewasa guna memilih jalan hidupnya. Seperti yang terjadi di dalam video yang viral di dunia maya.

Seorang ibu tidak terima anaknya memilih menjadi seorang muslim, bahkan ibu tersebut membawa seorang pengacara ke masjid dimana anaknya belajar agama Islam.

Dari percakapan di video tersebut diketahui, jika anak perempuan itu bernama Christy dan berasal dari Kalimantan. Ia merantau ke jakarta untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi. Namun sejak berada di Kalimantan, Christy sudah tertarik dengan agama Islam, sampai ia pindah ke Jakarta ia mencari tahu Islam dari internet, sampai ia menemukan komunitas muslim yang mengajarkan agama Islam.

Namun sayangnya keputusan sang mahasiswi ini untuk pindah keyakinan tidak mendapatkan restu dari Ibunya. Dengan alasan tanpa sepengetahuan dan seizin darinya, ibu tersebut pun tidak terima anaknya masuk Islam, sebagai bentuk protes dari keputusan anaknya tersebut, sang Ibu mendatangi masjid yang biasa digunakan untuk belajar agama anaknya dengan membawa soerang pengacara.

Saat didatangi orang tua dan pengacara, Christy masih berpegang teguh dengan pilihannya. Dengan disaksikan banyak orang, Christy dengan tegas bahwa alasan memeluk agama Islam atas dasar kesadaran sendiri dan tanpa ada yang memaksa.

Christy juga menjelaskan bahwa alasan dirinya meninggalkan Kalimantan dan pergi ke Jakarta, karena selama di Kalimantan pihak keluarga menghalang-halangi Christy untuk beribadah dan melarang memeluk Islam.

Mendengar penjelasan Christy, pihak pengacara tak bisa berkata apa-apa, tensi kemarahanya mulai mereda dan mengungkapkan bahwa pihak keluarga tidak akan bertanggung jawab.

Berikut ini videonya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *