Tuding Ketua BEM UI Dapat Nilai 0 di Twitter, Asdos UI Minta Maaf

Situasi News | Aksi Zaadit Taqwa, Ketua BEM Universitas Indonesia yang memberikan kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo, rupanya mendapat reaksi keras dari Asisten Dosen di Universitas Indonesia. Malam hari setelah Zaadit melancarkan aksinya, sang Asdos pun membeberkan nilai mahasiswa Prodi Fisika angkatan 2014 tersebut.

Asdos yang bernama Angga Dito Fauzi lewat akun twitternya @AnggaDFauzi itu menuding nilai tugas Fiskom Zaadit nol alias tidak mengerjakan tugas sama sekali. Zaadit juga dianggap tidak pantas membicarakan tugas-tugas sang presiden yang belum selesai.

 

 

“FYI, nilai tugas fiskom 2 dia semester kemarin NOL alias tidak mengerjakan tugas sama sekali. Tidak pantas dia berbicara tentang tugas-tugas pemerintah yang belum selesai,” ungkapnya pada 02 Fabuari 2018 lalu.

Tak sampai di sana, pada twit yang kedua, Angga juga kembali mengungkit nilai tugas Zaadit yang belum selesai. Dia meminta agar Zaadit menyelesaikan tugas Fiskom, sebelum mempertanyakan kinerja Jokowi.

“Berulang kali ia mengucapkan “tuntaskan tugas-tugas yang belum selesai”. Hei bung, berapa tugas kuliah fiskom yang kamu bereskan kemarin? Tidak ada, kan? bereskan dulu tugas fiskommu baru anda bisa berkata seperti tadi,” cuit Angga.

Namun beberapa hari setelahnya, Angga pun tiba-tiba meminta maaf kepada mantan Ketua BEM Fmipa UI tersebut. Angga menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasinya dengan surat bermaterai 6000 Rupiah.

Berikut adalah isi surat permintaan maaf Angga Dito Fauzi :

 

Surat permintaan maaf Angga Dito Fauzi

 

Saya yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama : Angga Dito Fauzi,S.Si.,M.Si.

Tempat dan tanggal lahir : Makassar, 6 Mei 1992

Alamat tinggal : Jalan K.H.Ahmad Dahlan No.59 Depok

Menyatakan dan menyampaikan permohonan maaf kepada Sdr. Muhammad Zaadit Taqwa , Ketua BEM Universitas Indonesia 2018 serta pihak terkait perihal dengan tindakan saya menyampaikan kepada publik informasi nilai mata kuliah yang diambil oleh Sdr. Muhammad Zaadit Taqwa di Program Studi S1 Fisika FMIPA UI, di mana saya adalah asisten dosen untuk mata kuliah tersebut, melalui media sosial Twitter pada tanggal 2 Februari 2018 sekitar pukul 22.00 WIB, Saya mengakui bahwa tindakan saya tersebut tidak etis secara akademik.

Dengan pernyataan ini, saya berharap semua pihak dapat memaklumi dan membuat permasalahan yang terjadi akibat tindakan saya tersebut tidak menjadi bertambah panjang.

Demikian surat pernyataan permohonan maaf ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa tekanan dari pihak manapun.

Depok, 6 Februari 2018.

Angga Dito Fauzi,S.Si.,M.Si.

Setelah memosting permintaan maaf, Angga pun kemudian menghilangkan cuitannya tersebut. Namun Angga nampak masih menyesali perbuatannya. Dia masih berusaha meminta maaf kepada Netizen. (Qie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *