“20 Tahun Reformasi” Datangi Gedung DPR, Mahasiswa Tak Diterima Masuk

Situasi News | Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi Refleksi 20 tahun Reformasi di depan gedung MPR dan DPR RI, Senin (21/5/2018). Aksi ini dihadiri oleh sekitar 28 kampus dari seluruh Indonesia. Selain di Jakarta, aksi juga dilaksanakan di berbagai wilayah yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia.

Aksi dipimpin langsung oleh Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Ahmad Wali Radhi. Dalam orasinya, Wali menegaskan untuk menjadikan momentum 20 tahun Reformasi tidak hanya sekedar momentum sejarah, tapi juga meniadi era perbaikan setiap elemen pemerintahan dalam menjalankan amanat reformasi.

Dalam aksi refleksi 20 tahun reformasi ini mahasiswa berencana untuk masuk bersama-sama ke ruang paripurna untuk melelakukan sidang dan menyatakan sikap, dan mahasiswa juga meminta seluruh pihak dari elemen yang ada di DPR dan MPR untuk ikut hadir dalam ruang sidang paripurna untuk mendengarkan keluh kesah mashasiswa dari berbagai daerah Indonesia juga mendengarkan sikap dari aliansi BEM SI.

 

Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi Refleksi 20 tahun Reformasi di depan gedung MPR dan DPR RI, Senin (21/5/2018).

 

Mengusung tema “Reformasi Tak Berdaulat” Ada tiga sikap yang dibawa oleh BEM SI dalam aksi tersebut.

“Pertama, wujudkan kebebasan berdemokrasi yang menjamin penuntasan kasus HAM masa lalu, ruang bersuara dan berserikat rakyat, pemberantasan KKN, dan kembalikan fungsi militer seperti amanat reformasi,” tegas Ahmad dalam orasinya, Senin (21/5/2018).

Kedua, mahasiswa ingin pemerintah memastikan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya buruh, pembagian sistem yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah, dan pendidikan berkualitas dan terjangkau bagi seluruh kalangan.

Tuntutan ketiga, yakni penciptaan ketahanan nasional bidang energi dan pangan untuk Indonesia yang berkelanjutan.

Ketiga poin sikap ini rencananya akan dibawa kedalam sidang paripurna bersama anggota DPR RI.
Namun sayangnya, setelah berkali-kali mencoba meminta seluruh masa aksi untuk di fasilitasi masuk secara damai, pihak DPR dan MPR RI tidak bergeming sama sekali.

Bahkan massa sempat mencoba mendobrak pagar depan kantor DPR/MPR RI agar diberi kesempatan untuk masuk.

“Hal ini cukup disayangkan karena percobaan audiensi bersama anggota MPR dan DPR RI seharusnya menjadi hak rakyat Indonesia, terutama mahasiswa dalam menjalankan tugasnya sebagai mitra kritis pemerintah”, ujar Ahmad.

Sampai aksi berakhir tidak satupun mahasiswa yang dapat masuk untuk bertemu anggota DPR dan MPR RI.

Aksi dilaksanakan dari pukul satu siang hingga maghrib dan berjalan dengan sangat tertib dan kondusif. Sebagai catatan aksi yang dilakukan hari ini merupakan langkah awal dari narasi besar yang di bawa BEM SI, Setelah ini BEM SI akan melakukan eskalasi lebih lanjut untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat. (Saf)

 

 

Tinggalkan Balasan