Sebelum Digunakan, Politikus PAN Minta BPOM Informasikan Status EUA Vaksin Sinovac

Situasi News | Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menilai status emergency use authorization (EUA) terkait vaksin Sinovac sangat penting untuk disampaikan kepada publik.

Mengingat, sambung dia, masih banyak masyarakat yang khawatir divaksin dan menunggu penjelasan terkait mutu, manfaat, dan keamanannya.

“Bolanya sekarang ada di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Mereka juga harus berpacu dengan waktu. Dengan hasil kerja BPOM, masyarakat diharapkan akan lebih percaya dan rela untuk ikut vaksinasi,” kata Saleh dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/1/2021).

“Vaksinasi ini kan gratis. Kalau nanti vaksinnya dinilai tidak jelas karena tidak ada penjelasan otoritatif, dikhawatirkan masyarakat nanti malah pada tidak bersedia divaksin. Itu akan menimbulkan persoalan sendiri,” tambahnya.

Karena itu, kata Saleh meminta untuk menginformasikan status EUA terkait vaksin Sinovac. Pasalnya, 3 juta vaksin yang diimport saat ini sudah didistribusikan ke 34 provinsi di Indonesia, dan EUA mestinya sudah jelas sebelum nantinya dilakukan vaksinasi.

“Kalaupun belum selesai, setidaknya BPOM bisa memberikan sejauh mana hasil kerja mereka. Tentu proses pelaksanaan vaksinasi akan tetap menunggu izin dari BPOM,” papar Ketua Fraksi PAN DPR RI ini.

Dalam kesempatannya ini, Saleh pun mengimbau agar masyarakat tidak sungkan mencari informasi mengenai status vaksin produk Sinovac ini, tentunya dengan mencari dari sumber yang bisa dipercaya.

“Jangan percaya kepada berita-berita hoax yang belakangan banyak beredar. Jika menemukan informasi yang meragukan, sebaiknya hubungi petugas medis atau dinas kesehatan yang ada,” pungkas legislator dari Dapil Sumut II itu. (Jal/SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *