Salah Urus Subsidi, Perdana Menteri Belanda dan Jajaran Kabinetnya Mengundurkan Diri

Situasi News | Akibat salah mengambil keputusan terkait subsidi perawatan anak, Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte dan jajaran kabientnya mengumumkan pengunduran diri mereka.

Rutte mundur pada Jumat (15/01/2021) atau dua bulan menjelang pemilihan Perdana Menteri baru. Terkait hal ini, ia mengatakan telah memberi tahu Raja Willem-Alexander tentang keputusannya itu.

“Kami sependapat bahwa jika seluruh sistem gagal, kami semua harus bertanggung jawab, dan itu mengarah pada kesimpulan bahwa saya baru saja menawarkan kepada raja, pengunduran diri seluruh Kabinet,” kata Rutte dikutip dari Euro News, Jumat, 15 Januari 2021.

Masalah ini bermula saat Otoritas Pajak keliru memberi label ribuan keluarga penerima subsidi sebagai penipu. Mereka memerintahkan keluarga penerima mengembalikan tunjangan tersebut.

Mereka menuntut ribuan keluarga untuk mengembalikan dana puluhan ribu euro tersebut, yang akhirnya membuat sebagian besar dari mereka krisis finansial.

Perdana Menteri Belanda yang telah menjabat sejak 2010 ini, mengatakan bahwa ia telah memberi tahu Raja Willem-Alexander bahwa pemerintah akan terus bekerja untuk memberi kompensasi kepada orang tua yang terkena dampak secepat mungkin.

Pada rapat kabinet, mereka pun telah membahas masalah ini. Langkah tersebut menjadi sebuah simbol. Pasalnya, pemerintahan Rutte akan tetap menjabat dalam mode caretaker sampai koalisi baru terbentuk setelah pemilihan 17 Maret di Belanda.

Penggunduran diri tersebut mengakhiri satu dekade masa jabatan untuk Rutte. Dalam pemilu yang akan datang partainya diprediksi akan menang.

Jika hal ini terjadi, kemungkinan besar Rutte akan kembali menjadi Perdana Menteri Belanda.

Sebenarnya, ini bukanlah kali pertama pemerintahan Belanda mengundurkan diri secara kolektif untuk menunjukkan tanggung jawab bersama. Hal ini pernah terjadi pada tahun 2002 lalu.

SUMBER © SITUASINEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *