Mengingat Peristiwa Larangan Siswi Pakai Jilbab di Bali pada 2014

Situasi News | Masih ingatkah mengenai peristiwa larangan siswi pakai jilbab yang terjadi di SMAN 2 Denpasar?

Peristiwa itu terjadi tahun 2014 silam, di mana Anita Wardhana seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Denpasar dilarang untuk mengenakan jilbab saat kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.

Anita yang saat itu masih duduk di bangku kelas XI, menolak larangan tersebut, ia bersikeras untuk tetap mengenakan jilbabnya. Namun, ia diberi dua pilihan pahit, yakni melepasnya atau ia harus pindah dari sekolah tersebut.

Larangan Siswi Pakai Jilbab

Hari itu, mata pelajaran jam pertama adalah Bahasa Bali. Namun sayang, sang guru saat itu sedang tidak hadir. Sehingga proses belajar mengajar tidak efektif alias jam kosong.

iba-tiba Kepala Sekolah masuk ke kelas untuk memberikan nasihat kepada seluruh murid. Saat melihat Anita yang mengenakan jilbab, ada satu pertanyaan yang terlontar dari Kepala Sekolah tersebut.

“Kok bajunya seperti itu?” ucap Kepala Sekolah.

Saat itu, Anita hanya diam saja, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Lalu, Kepala Sekolah Drs Ketut Sunarta menyuruh Anita untuk datang ke ruangannya.

Pada pertemuan kedua ini Kepala Sekolah menegaskan, bahwa jika memakai jilbab logo OSIS SMA menjadi tak terlihat.

“Kalau pakai jilbab kelihatan tidak logo OSIS SMA-nya? Kelihatan tidak emblem SMAN 2nya?”

“Kan masih bisa dinaikkan sedikit jilbabnya, Pak, jadi masih bisa kelihatan logonya,” jawab Anita.

Namun, Kepala Sekolah tetap tidak mengizinkan penggunaan jilbab. Bahkan, jika Anita ingin tetap berhijab, ia disarankan untuk pindah sekolah.

Berkali-kali Anita disarankan untuk pindah sekolah saja kalau memang tetap ingin memakai jilbab dan diminta untuk segera memutuskan pilihan.

SUMBER © SITUASINEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *