SiTuAsinews.com, Medan | Fraksi PAN DPRD Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubsu, Bobby Afif Nasution dan Wakil H Surya beserta seluruh jajaran terkait atas langkah cepat mereka dalam menanggulangi bencana alam yang melanda provinsi ini.
Apresiasi ini disampaikan juru bicara Fraksi PAN, Ir Yahdi Khoir Harahap MBA, yang juga Ketua Fraksi PAN saat memberikan pandangan fraksi terhadap pendapat Gubernur mengenai Ranperda tentang perusahaan perseroan daerah pembangunan daerah di Gedung Paripurna DPRD Sumut, Jumat lalu.
Fraksi PAN mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) dalam merespons bencana melalui koordinasi rapat-rapat bersama OPD terkait, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Forkopimda daerah serta pihak-pihak terkait lainnya.
Upaya penyaluran bantuan pun dilakukan secara efektif dengan menggunakan pesawat khusus, mengingat jalur darat saat ini tidak memungkinkan akibat putusnya jalan lintas Sumatera di beberapa titik lokasi bencana.
Langkah sigap pemerintah provinsi ini menunjukkan tingkat kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat terdampak bencana. “Cepat tanggap ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah wajib hadir di tengah masyarakat saat menghadapi situasi darurat seperti banjir besar dan bencana alam lainnya,” ujarnya.
Selain itu, kata Yahdi, Fraksi PAN juga mengapresiasi juga pemerintah pusat yang turut memberikan bantuan berupa evakuasi dan fasilitas kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak.
Lebih jauh, Fraksi PAN menyatakan keprihatinan mendalam dan rasa berbelasungkawa atas berbagai musibah yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara beberapa hari yang lalu.
Yakni, banjir bandang, tanah longsor, badai, puting beliung yang telah menyebabkan kerugian besar, baik secara materi maupun jiwa manusia. Sebanyak 17 kabupaten/ kota terdampak langsung oleh bencana ini, termasuk Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Medan, dan Langkat.
Fraksi PAN tak lupa menyampaikan rasa duka dan simpati yang mendalam terhadap para nelayan Batubara, Asahan, Tanjung. Balai, Langkat dan beberapa daerah pesisir lainnya.
Mereka mengalami musibah di laut karena perahu mereka karam dan tenggelam akibat dihantam badai dan digulung gelombang tinggi, mengakibatkan sebagian dari mereka masih ada yang belum kembali. Banyak di antara nelayan yang juga kehilangan penghasilan karena tak berani melaut.
Fraksi PAN berharap para nelayan tersebut dapat selamat dan berkumpul kembali bersama keluarga. “Tak lupa kita mendoakan agar para korban meninggal dunia dipanggil dalam keadaan husnul khatimah dan diterima sebagai syuhada karena perjuangan mencari nafkah demi keluarga,” kata Yahdi.(UJ)






