Situasinews.com, Medan | Politisi PKS DPRD Sumut, H Ahmad Hadian SPdI MAP menyatakan, para siswa/ pelajar Sekolah Menengah Atas memang harus juga melek politik, namun belum saatnya untuk ikut terjun ke jalan menggelar aksi demonstrasi.
Kang Hadian menekankan hal itu menjawab pertanyaan wartawan seputar fenomena sejumlah pelajar di beberapa daerah ikut turun ke jalan, pada sesi diskusi Coffee Morning di Ruang Fraksi PKS DPRD Sumut, Rabu (4/9/2025).
Hadian mengungkapkan, keterlibatan para pelajar dalam politik bukanlah hal yang tabu, karena pelajar dan mahasiswa di masa pra kemerdekaan yang tergabung ke dalam Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia dan Kesatuan Aksi Mahasiswa juga ikut bergerak dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Namun, saat ini tentu kondisinya sudah jauh berbeda, dan karena itu belum saatnya para siswa tersebut terjun ke gelanggang bebas.
“Karenanya, saat kita berkunjung ke sekolah-sekolah juga bertujuan supaya mereka melek politik, bukan bermaksud mendorong mereka terlibat ke dalam politik praktis,” ujarnya.
Untuk itu, wakil rakyat dari Dapil Kabupaten Asahan, Tanjungbalai dan Batubara ini berharap kiranya pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bisa melahirkan program-program yang tepat untuk menyalurkan aspirasi politik para siswa tersebut.
Artinya, Pendidikan Kewarganegaraan bukan hanya teori, tetapi juga perlu dipaktikkan. “Alhamdulillah, di beberapa sekolah saya lihat sudah ada yang mengimplementasikannya melalui kegiatan Pemilu pimpinan OSIS. Mungkin bisa juga digelar Mimbar Bebas, di mana siswa bebas berorasi tentang gagasan mereka dalam situasi yang terkendali,” sebutnya.
Nah, dalam hal ini Hadian mendukung kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Provsu, yang mengeluarkan surat edaran ke sekolah sekolah (SLTA) di daerah ini supaya mengawasi dan mendata anak didiknya, agar tidak terlibat dalam kegiatan demo.
“Hal ini tidak dimaksudkan membungkam aspirasi politik mereka, tapi diarahkan ke ranah lebih tepat. Para siswa yang ingin mengimplementasikan hasrat politiknya kan bukan berarti harus ikut berdemo, tetapi bisa juga disalurkan misalnya dengan mengikuti perkaderan kepemimpinan di sekolah,” tegas politisi multitalenta yang juga aktif menjadi muballigh, menulis buku dan motivator ini.(UJ)






