Cara Berhenti atau Keluar dari Peserta BPJS Kesehatan

Situasi News | Cukup banyak juga peserta bpjs kesehatan yang mengeluhkan tentang pelayanan yang diberikan bpjs, ada juga yang mengeluhkan bahwa dirinya merasa rugi karena tidak menggunakan bpjs padahal setiap bulan bayar iuran (padahal lebih baik begitu, itu artinya anda sehat), ada juga yang mengeluhkan bahwa prosedur berobat yang diterapkan bpjs begitu ribet, ada juga yang mengeluhkan karena iuran bpjs yang dinilai mahal sehingga memutuskan untuk berhenti dari bpjs.

Berbagai pertanyaan dan pencarian mengenai cara berhenti atau menonaktifkan kartu bpjs kerap dilayangkan kepada pihak BPJS.

Apakah bisa berhenti dari bpjs?
apakah bisa menonaktifkan bpjs?
apakah bisa keluar dari bpjs? dan sebagainya.

Pertanyaan itu lah yang banyak sering ditanyakan beberapa peserta bpjs yang ingin berhenti dari bpjs karena merasa dirugikan.

Inilah Jawabnya :

Status kepesertaan bpjs bersifat wajib bagi seluruh warga negara indonesia tanpa terkecuali , guna mendukung program JKN Pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

BPJS Kesehatan menerapkan sistem iuran gotong royong, maka dari itulah JKN mendirikan lembaga atau perusahaan nirlaba yang bergerak dibidang jaminan sosial. Karena bersifat wajib maka peserta tidak bisa keluar atau berhenti dari bpjs kesehatan.

Kecuali jika meninggal dunia, ketika peserta bpjs meninggal dunia maka status kepesertaaannya dapat di hapus dan di hentikan, dan itupun pihak keluarga harus melaporkan anggota keluarga nya ke bpjs agar tidak ada iuran yang tertunggak.

Saat melaporkan peserta bpjs yang telah meninggal dunia dibuktikan dengan membawa surat kematian dari kelurahan setempat dan menyerahkan kartu bpjs peserta meninggal dunia tersebut.

Kesimpulannya :

Peserta bpjs kesehatan tidak bisa berhenti atau keluar dari bpjs kesehatan, status kepesertaan akan di hentikan atau di nonaktifkan jika peserta tidak membayar iuran (menunggak) selama 1 bulan.

Ketika status kepesertaan di nonaktifkan maka bukan berarti terlepas dari bayar iuran, peserta yang menunggak akan terus mendapatkan tagihan selama bulan yang belum dilunasi.

Ketika status di hentikan atau dinonaktifkan maka peserta tersebut tidak bisa lagi menggunakan kartu bpjs saat ingin berobat gratis dari bpjs sebelum melunasi tunggakan.

Jika anda menunggak iuran 1 tahun maka seluruh tagihan harus dilunasi secara kontan tidak bisa bayar dengan dicicil.

Jika tunggakan telah dilunasi maka status akan diaktifkan kembali dan anda bisa menggunakan kartu bpjs untuk berobat tapi perlu diketahui bahwa anda tidak boleh menggunakan kartu bpjs khusus untuk pelayanan rawat inap sebelum 45 hari, karena jika anda menjalani rawat inap dengan layanan bpjs maka anda akan dikenakan biaya administrasi 2,5% dari biaya rawat inap.

Jika memang anda sudah tidak mampu bayar iuran bpjs karena tidak bekerja atau lain sebagainya anda bisa merubah kepesertaan ke PBI atau penerima bantuan iuran bpjs kesehatan nantinya jika anda sudah pindah ke PBI iuran bulanan anda ditanggung pemerintah,namun jika anda mau pindah anda sudah menunggak silahkan lunasi dulu tunggakan iuran bpjs anda.

 

SUMBER © SITUASINEWS.COM

Tinggalkan Balasan