Bamsoet: Kalau Saya Dukung LGBT, Saya Akan Mundur!

Situasi News | Jakarta, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan jika dirinya akan mundur dari jabatannya bila lembaga legislatif mendukung perilaku LGBT.

Loading...

Pernyataan itu sebagai bentuk bantahan atas adanya tuduhan terhadap sejumlah fraksi di dewan yang mendukung prilaku tersebut

“Jadi, tidak benar sama sekali kalau ada tuduhan DPR mendukung LGBT. Saya akan mundur sebagai Ketua DPR jika hal itu terjadi. Karena bertentangan dengan ajaran Agama dan moral bangsa.” kata Bamsoet dalam keterangan tertulis yang diterima situasinews.com, di Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Begitupun, sambung politikus Golkar itu, dengan Penistaan Agama, Perzinahan dan KDRT. Ia berpandangan hukumannya sudah terangkum dengan jelas dalam RUU KUHP.

“Saya pastikan RUU KUHP mencerminkan rasa keadilan bagi masyarakat. Kita tidak memberikan ruang bagi LGBT, Perzinahan, Penistaan Agama, maupun KDRT,” ujarnya.

“Bangsa kita adalah bangsa yang berbudaya dan bermoral. Kita punya nilai-nilai luhur dari ajaran budaya dan agama. Kita bukan bangsa barbar yang tak beradab,” tutur dia.

Dalam pertemuannya dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai pembahasan RUU KUHP sekaligus penyampaian aspirasi dari MUI dan ormas-ormas islam. Bamsoet berjanji kepada jajaran pengurus MUI, akan mendorong kepada Menteri Agama, Menteri Keuangan dan pihak terkait agar MUI bisa menjadi Satuan Kerja (Satker) tersendiri.

“Saya akan meminta kepada Komisi VIII DPR untuk memperjuangkan MUI bisa menjadi Satker sendiri. Karena kita ketahui MUI sangat banyak mengurusi permasalahan umat, sementara anggaran yang didapat jauh dari mencukupi,” pungkasnya.

Hadir dalam acara ini, antara lain Ketua Umum MUI K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Ketua Umum MUI Prof. Dr. Yunhar Ilyas, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi, Sekjen MUI Dr. Anwar Abbas. Sedangkan Bamsoet datang didampingi Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Noor Achmad. (NL)

Tinggalkan Balasan