Situasinews.com, Medan | Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut Ir H Yahdi Khoir Harahap MBA menyatakan kesedihan mendalam sekaligus prihatin dan berharap bencana longsor, banjir bandang, badai, ombak besar yang menimpa masyarakat Sibolga Tapteng, Tapsel dan daerah lainnya di Sumatera Utara, segera berakhir.
“Terkait dengan situasi yang terjadi tiga hari belakangan ini memang sudah diingatkan oleh pihak BMKG, perihal akan munculnya cuaca ekstrem pada bulan Desember 2025 di Indonesia termasuk Provinsi Sumatera Utara,” kata Yahdi Khoir, Kamis (27/11/2025).
Terbukti sejak tiga hari lalu hingga hari ini, cuaca ekstrem berupa hujan deras terus menerus, banjir bandang, badai, angin kencang melanda sebagian besar wilayah Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.
Alhamdulillah, ungkap Yahdi, di balik terjadinya bencana tersebut, insya Allah hari ini Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution beserta jajaran akan mengunjungi daerah daerah yang terkena bencana itu menggunakan pesawat khusus, karena akses jalan yang terputus.
“Kita berharap pihak pemerintah dan instansi terkait lainnya bisa segera menyalurkan bantuan pangan, obat-obatan, pakaian dan kebutuhan lainnya kepada para korban bencana banjir yang banyak di antaranya kini berada di pengungsian,” kata Yahdi.
Yahdi meyakini, Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara dan Pusat tidak akan tinggal diam, serta sudah memikirkan langkah langkah strategis dalam menyikapi terjadinya bencana alam tersebut. “Negara (pemerintah) pasti akan hadir di saat rakyatnya ditimpa musibah,” ujarnya.
Bersabar
Sebagai umat beragama, khususnya umat Islam, Yahdi mengimbau supaya senantiasa tabah dan bersabar dalam menghadapi bencana ini, dan mari sama-sama kita berdoa, supaya cuaca ekstrem dan bencana ini tidak berkelanjutan dan jalan-jalan yang mengalami kerusakan bisa segera diperbaiki.
Tentang terjadinya bencana yang menimpa umat manusia dan keharusan kepada kita semua untuk bersabar menyikapinya, sebut Yahdi, sudah diingatkan Allah SWT di dalam Alquran, Surah Al-Baqarah 155-156.
“Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
Hal itu bermakna, bencana yang terjadi harus disikapi dalam perspektif ujian Allah kepada hambaNya, supaya senantiasa bersabar dan tawakal. “Kita tidak boleh berputus asa. Mari terus berdoa, agar Allah melindungi dan memberikan pertolongan kepada kita,” kata Yahdi Khoir.(UJ)






