Dua Ulama Indonesia yang Pernah Meminta Agar Tak Diundang ke Istana

Situasi News | Ustadz Abdul Somad (UAS) akhirnya terang-terangan menyatakan mendukung Capres 02 Prabowo Subianto.

Loading...

Dalam pertemuannya dengan Prabowo, UAS meminta dua hal setelah Prabowo menjadi Presiden. Permintaan itu membuat Prabowo berkaca-kaca. salah satunya yaitu jangan mengundang UAS ke Istana.

“Kalau Bapak memang duduk nanti menjadi presiden, terkait dengan saya pribadi, dua saja. Pertama, jangan Bapak undang saya ke istana. Biarkan saya berdakwah masuk ke dalam hutan. Karena memang dari awal saya, saya orang kampung. Saya masuk hutan ke hutan,” kata UAS.

Namun jauh sebelum UAS menolak diundang ke Istana, ternyata Habib Alwi bin Muhammad Al-Haddad pun pernah menolak diundang ke Istana, beliau seorang Ulama dan Auliya yang merupakan murid dekat Al Imam Al Quthb Al Habib Abdullah bin Muhsin Al-Attas (Keramat Empang Bogor).

Dalam buku 17 Habaib Berpengaruh di Indonesia karya Abdul Qadir Umar Mauladdawilah dikisahkan, suatu ketika Presiden Soekarno meminta ajudannya untuk mengundang sang habib ke Istana. Untuk menghormati undangan itu, apalagi telah mengutus ajudan, Habib Alwi menyanggupinya. Sesampainya di Istana, kepada Habib Alwi Bung Karno berkeluh kesah dan menceritakan berbagai masalah berat yang sedang menimpanya. Bung Karno memohon kepada Habib Alwi agar mendo’akan semua masalah itu bisa diselesaikan. Dan dalam perkembangannya, Bung karno merasakan bahwa masalah yang dihadapi itu selesai, dan merasa bahwa itu salah satunya berkat doa dari sang habib.

Bung Karno pun kemudian mengutus ajudannya lagi untuk menyampaikan ke Habib Alwi rasa terimakasihnya itu. Utusan itu juga menanyakan kepada sang habib sesuatu yang diinginkan dan akan Bung Karno penuhi. Atas pesan itu, Habib Alwi menjawab:

“Tolong Presiden jangan memanggil lagi saya ke istana, jika ada perlu lagi, utus saja ajudan Presiden ke rumah saya agar tidak mengganggu waktu ibadah saya,”

Mendengar laporan atas jawaban sang habib, Presiden Soekarno merasa takjub dan semakin menaruh hormat kepada Habib Alwi. (Qie)

Tinggalkan Balasan