Film Jejak Khilafah di Nusantara Diblokir, Penonton Pertanyakan Pemerintah

Situasi News | Film Jejak Khilafah di Nusantara diduga diblokir secara mendadak pada penayangan pertamanya oleh Pemerintah Indonesia di hari Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1442 Hijriyah, Kamis, 20 Agustus 2020 ini.

Loading...

Hasil penelusuran redaksi, beberapa link yang dibagikan di media sosial Twitter maupun di Youtube tidak bisa diakses dengan tulisan ‘Konten ini tidak tersedia di domain negara ini karena ada keluhan hukum dari pemerintah’ termasuk Khilafah channel yang merupakan offical film tersebut.

Film yang sudah digembor-gemborkan warganet dengan puncaknya sejak dua hari lalu, pada Selasa, 18 Agustus 2020 akan tayang tepat di tanggal 1 Muharam 1442 Hijriyah ini, tak bisa dinikmati semudah untuk memenuhi antusiasme masyarakat yang tertarik.

Telah ‘live streaming sekitar pukul 10.00 WIB, hingga lebih satu jam film tersebut tidak bisa ditonton dan komentar pun dinonaktifkan.

Channel lainnya Ade Jawabi di Youtube, yang mengunggah ulang film Jejak Khilafah di Nusantara dengan judul FANS PAGE – JEJAK KHILAFAH DI NUSANTARA (UNOFFCIAL), hingga pukul 11.48 WIB ini masih setia ditonton 998, namun film hanya terus berputar di pembukaan.

Penonton pun terus memerotes tindakan pemerintah Indonesia yang memblokir link film yang menyuguhkan awal mula masuknya Islam di Nusantara melalui Aceh.

Film itu menceritakan meluasnya perdagangan internasional dari kerjaan Ottoman atau Ustmaniyah yang sedang berjaya di abad pertama tahun Islam membuat penyebaran agama itu meluas di Nusantara hingga kini mendominasi masyarakat Indonesia.

Hingga berita ini disiarkan, kini giliran penayangan video di Channel Ade Jawani tersebut tidak bisa diakses sama sekali.

Tumpahan rasa kecewa penonton yang ingin sekali menyaksikan film tersebut pun masih terus begulir di Yuotube. Salah satu akun youtube Ali Mustafa mempertanyakan tindakan Pemerintah Indonesia.

“Kenapa dengan pemerintah ini ya Allah,” komentarnya.

Akun lainnya, mintz Gaming juga melakukan hal yang sama.

“Apa yang salah dengan film ini, kan ‘real’,” tulisnya.

Dengan akun twitternya Ustaz Tengku Zulkarnain pun ikut mengomentari pemblokiran film tersebut.

“Dengan ini saya meminta jawaban resmi dari pak @jokowi sebagai Presiden RI, Yai Ma’ruf Amin dan pak @mohmahfudmd :”Apa alasan Keluhan Pemerintah atas Video Jejak Khilafah sebagai Sejarah?”Apakah ada hukum negara yg dilanggar? NKRI negara hukum, tidak boleh sewenang wenang!” tulis Ustaz Tengku Zulkarnain.

“Seharusnya, org-org liberal itu justru paling anti dg blokir-memblokir. Liberal tulen itu pasti akan membela kebebasan. Dalam topik ini, apakah ada yg mengaku liberal tapi membela film khilafah atas nama kebebasan?” kata pengamat politik internasional Herriy Cahyadi.

 

SUMBER © SITUASINEWS.COM

Tinggalkan Balasan