Gelar Operasi Khusus Antipremanisme, Polrestabes Medan Jaring 80 Jukir Liar dan Pemalak

Headline, Medan193 Dilihat

MEDAN, situasinews.com | Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan dan Polsek jajaran menggelar operasi khusus kewilayahan antipremanisme di wilayah hukumnya.

Kegiatan (operasi) yang dicanangkan oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto itu, mulai digelar pada 1 Mei 2025 dengan sasaran para preman, Premanisme di sini adalah termasuk di dalamnya bibit-bibit kearoganan atau mengekspresikan kemarahan secara berlebihan.

“Setelah pernyataan dan keputusan untuk membentuk Satgas (satuan tugas) anti premanisme di tingkat nasional maka kami di tingkat satuan wilayah Polrestabes Medan juga mengadakan gerakan, semangat dan rencana aksi yang sama,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan saat menyampaikan rilisnya, Sabtu (10/5/2025).

BACA JUGA  Polrestabes Medan Tunggu Hasil Penelitian Berkas Kasus Penganiayaan Jurnalis Abd Halim

Dalam operasi tersebut Polrestabes Medan berhasil menjaring 80 orang yang diduga melakukan aksi premanisme, yang kemudian viral dan menjadi keresahan masyarakat juga.

“Ada 71 orang yang dilakukan pembinaan. Mereka kebanyakan adalah petugas parkir yang mengutip lebih dari tarif parkirnya dan juga menjadi keresahan di ruang publik. Kemudian ada 9 orang yang dilakukan penahanan, adalah mereka yang terlibat dalam konteks premanisme sampai dengan melakukan tindak pidana. Dapat dikonstruksikan dengan KUHP,” jelasnya.

Selain diberikan pembinaan, puluhan pria dewasa tersebut diberikan peringatan.

BACA JUGA  Polisi akan Panggil PT ACC Terkait Kasus Penggelapan Dana Down Payment Mobil HRV

“Bahwa kita ingin menciptakan ruang publik di Kota Medan yang aman dan nyaman,” tukasnya.

Gidion menegaskan, peristiwa premanisme ini mengganggu perekonomian dan rasa nyaman masyarakat untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

“Pengancaman menggunakan senjata tajam tentu saja menjadi persoalan & mengganggu roda perekonomian di tengah masyarakat,” kata dia.

Gidion menegaskan, akan terus melakukan penertiban kepada orang-orang yang dianggap melakukan keonaran.

“Jangan coba-coba menunjukkan penampilan kearoganan terlebih mengancam menggunakan senjata tajam hentikan sekarang atau kami tindak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *