Gus Baha: L*nte Harus Dikatakan L*nte

Situasi News | Kata lonte belakangan dipermasalahkan oleh beberapa kalangan. Hal ini setelah Ustad Maaher At Tuwailibi secara terang-terang menyindir artis Nikita Mirzani sebagai lonte. Sebab Nikita Mirzani menyingung Habib Rizieq sebagai tukang obat.

Loading...

Dikutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lonte diartikan sebagai perempuan jalang, wanita tunasusila, pelacur atau dengan kata lain sundal.

Kalimat yang dikeluarkan ustad Maaher Tuwailibi kepada Nikita Mirzani disebut kasar. Namun, Maaher punya alasan; lonte harus disebut lonte adalah sebuah kejujuran.

Maaher kemudian memposting sebuah video yang hanya terdengar suara dari seseorang yang Ia sebut sebagai KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab disapa Gus Baha.

 

 

 

“ULAMA BESAR NU (GUS BAHA) : HARUS KITA KATAKAN LONTE, ” begitu tulis Maaher dalam keterangan video yang diposting di akun twitternya @ustdzmaaher_.

 

 

Dalam video itu, rekaman suara yang disebut Gus Baha itu menjelaskan, bahwa orang yang lonte harus dikatakan lonte atau sundal. Sebab merupakan satu kewajaran apabila lonte merupakan sesuatu yang menjijikan. Jika orang tidak menjijikan sebuah kelontean, maka itu sudah tidak wajar

“Artinya orang masih jijik atau merendahkan profesi mereka yang berprofesi sebagai lonte atau sundal. Dan ini baik bagi agama, bagi keberlangsungan moral. Karena masih ada menjijikan proses yang salah, ” jelas Gus Baha.

Tetapi, Gus Baha mengatakan, orang lonte harus diberi ruang untuk bertaubat agas kesalahannya.

“Kita sebagai ulama, sebagai tokoh masyarakat, tentu mereka kita kasih ruang tobat. Kita kasih hak-hak martabat sebagai manusia. Tapi kita akan tetap bilang bahwa itu namanya lonte sundal atau apa,” ucap Gus Baha.

 

SUMBER © SITUASINEWS.COM

Tinggalkan Balasan