Oleh Prof Mardianto
Seseorang dapat tumbuh dan berkembang baik secara alami maupun hasil rekayasa. Kegiatan pendidikan adalah upaya merekayasa atau membentuk pertumbuhan dan perkembangan sebagaimana yang diinginkan. Hasil dari pertumbuhan dan perkembangan ini kemudian selalu dikaitkan dengan kemampuan dalam menghadapi situasi, keadaan bahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan menghadapi pada tingkat tertentu disebut dengan mengadaptasi.
Sampai hari ini terdapat banyak cara dilakukan untuk mengukur kemampuan adaptasi seseorang dan selalu disebut dengan kecerdasan. Kecerdasan ini sendiri terus berkembang baik varian maupun parentalnya. Sedikitnya ada tujuh kecerdasan yang banyak digunakan oleh ahli dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kita yakni sebagai berikut:
Pertama, IQ atau Intelligence Quotion adalah kecerdasan berfikir berbasis pada otak kiri dan otak kanan, diukur dari hasil banding kemampuan memecahkan masalah dengan usia.
Kedua, EQ Emotional Quotion adalah kecerdasan emosi berbasis pada keseimbangan otak kanan dan otak kiri dalam mengendalikan tindakan.
Ketiga, SQ atau Spritual Quotion atau kecerdasan spritual yang terdapat pada kemampuan untuk berfikir, berbuat bersandar pada aspek ke-Tuhanan.
Keempat, AQ adalah kecerdasandaya juang dalam kesulitan ini dilihat dari indikator kemampuan bangkit dari kejatuhan, lalu mencoba melakukan kegiatan lagi.
Kelima, CQ atau Creativity Quotion adalah kecerdasan kreativitas, adalah kecerdasan terkait dengan mengembangkan efektifitas dari id- ide yang dikembangkan.
Keenam, MQ atau Morality Quotion adalah kecerdasan moral, yakni kemampuan melakukan sesuatu walaupun tidak dilihat oleh orang lain.
Ketujuh, ESQ atau Emotional Spritual Quotion adalah kecerdasan emosi yang dipadukan dengan spritual sebagai pengendali emosi dalam sikap maupun tindakan.
Tulisan ini diinspirasi dari berbagai sumber.






