Imam Masjid Al-Huda Ungkap Fakta Siapa yang Dikeroyok Aparat

Situasi News | Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan bagaimana seorang pria berperawakan kurus, dipukul beberapa kali dengan tongkat dan senjata, lalu ditendang dan diseret oleh beberapa pria berseragam hitam Brimob.

Para penganiaya yang berhelm itu menenteng tameng hitam dan pentungan. Jumlahnya tampak lebih dari 10 dan posisinya semula berpencar di beberapa titik. Namun begitu ada pria yang ditangkap, semuanya mendekat lalu memukuli dengan membabi buta.

Imam Masjid Al Huda, Tajudin mengatakan anak yang dianiaya itu bukan bagian dari perusuh maupun pengunjukrasa di Bawaslu RI.

Ia berujar, anak tersebut bekerja sebagai juru parkir di lahan kosong sekitar masjid. Jasa parkir itu milik Smart Services Parking.

“Dia bukan ngumpet. Itu orang parkir,” kata Tajudin di masjid tersebut pada Jumat (24/5/2019).

Pengeroyokan tersebut berlangsung pada Kamis, 23 Mei 2019 sekitar pukul 06.30. Dia berujar sedang tidak di lokasi saat kejadian berlangsung. Dia mengaku sedang di rumah untuk sembunyi. Meski begitu, Tajudin membenarkan dia sering melihat anak tersebut di kawasan dekat masjid.

Tajudin tidak mengenal nama anak tersebut. Dari informasi yang diterimanya, polisi juga membawa dua orang lain saat kejadian di masjid itu. Salah satunya disebut pegawai perusahaan parkir.

“Yang dibawa polisi tiga orang, supervisor satu, dan anak-anak itu dua orang,” kata dia seperti dilansir Tempo.

 

SUMBERย ยฉ SITUASINEWS.COM

Tinggalkan Balasan