Imam Masjid Amerika Bongkar Kejanggalan Investasi Syariah Investor Kristiani

Situasi News | Imam besar Jamaica Islamic Center di masjid New York, Shamsi Ali, pada Kamis (12/11) mengunggah kejanggalan sebuah perusahaan investasi Syariah asal Amerika Serikat.

Loading...

Perusahaan tersebut mencoba membangun kebohongan di Indonesia dengan menjual nama “Syariah dan Amerika Serikat”.

Perusahaan yang dimaksud adalah Syariah Indonesia LLC dari perusahaan Sinergi Stern Investindo (SSI) yang berbasis di New York dengan CEO-nya Hartadinata Harianto. Melalui Twitter dan broadcast WhatsApp, Shamsi mengatakan Hartadinata telah membangun kebohongan di Indonesia.

“Harusnya berhati-hati dan diverifikasi sebelum melakukan kerja sama dengan siapa pun. Anak yang disebut di berita itu telah membangun kebohongan di Indonesia,” kata dia.

Hartadinata Harianto pernah menjadi pemberitaan di Indonesia. Saat masih berusia 18 tahun, dia diganjar penghargaan dua Rekor MURI. Ia dinobatkan sebagai motivator pendidikan termuda di Indonesia dan WNI pertama yang meraih IPK 4.0 di Bard High School Early College (BHSEC), New York, Amerika Serikat (AS).

Harta mengunjungi Universitas Padjadjaran dalam rangkaian acara Harta Talks: Muda, Inovatif, Berkarya di Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Senin (9/12). Di kampus itu, Harta bercerita tentang prestasinya yang menjadi CEO Stern Resources Group, perusahaan investasi di Amerika Serikat, kala berusia 24 tahun.

Shamsi mengatakan, mudah saja mendaftarkan perusahaan di AS, asal punya sosial security. Bisa melalui situs Departemen Perdagangan atau ke akuntan. “Kita bisa punya nama perusahaan dan menjual ke orang-orang,” tulis Shamsi.

“Apa yang disebutkan kalau anak ini sudah banyak membangun hotel, dll. adalah kebohongan. Alamat kantornya saja tidak ada. Pernah ada wartawati berusaha ketemu dan mewawancarai dia. Tapi dia berkelit menghindar akhirnya sampai saat ini belum ketemu,” kata Shamsi lagi.

“Saya benci penipu ini. Hartadinata, anak dari Richardus Harianto adalah keluarga Kristiani di kota NY. Sekarang menjual Syariah, masuk pesantren, pakai Kopiah Haji. Mau bisnis Haji/Umrah….hati-hati wahai umat Islam! Banyak penipu, Scam!” kata dia menambahkan.

 

SUMBER © SITUASINEWS.COM

Tinggalkan Balasan