Indonesia Harus Jadikan Reformasi Pajak AS Sebagai Momentum

Ilustrasi

 

Situasi News | Jakarta, Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan mengatakan bahwa reformasi pajak yang dilakukan Amerika Serikat (AS) harusnya menjadi momentum bagi pemerintahan Jokowi untuk meninjau ulang sistem perpajakan nasional.

Loading...

“Reformasi pajak AS mestinya jadi momentum bagi pemerintah untuk meninjau ulang sistem perpajakan nasional. Pertama, pemerintah harus berani menurunkan tarif PPh badan hingga ke level yang paling proporsional, yakni pada kisaran antara 15-17%,” kata Heri dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (31/12/2017).

“Angka tersebut tetap memperhatikan upaya perluasan basis pajak. Ini akan menjadi insentif bagi dunia usaha sehingga punya daya saing yang berimbang, khususnya di kawasan ASEAN,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Heri menjelaskan, pemerintah harus memperhatikan perubahan sistem pemajakan di AS yang sebelumnya worldwide tax system dan beralih ke territorial tax system. Dalam sistem territorial itu, politikus Gerindra itu menjelaskan, negara tidak memajaki penghasilan yang diterima residen yang bersumber dari luar AS, melainkan hanya apa yang diperoleh di negara tersebut, siapa pun orangnya.

“Momentum reformasi perpajakan itu bisa dimasukkan dalam agenda revisi UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), UU PPh, UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN),” ucap dia.

Agenda perubahan sistem pajak, sambung politikus Gerindra itu, dapat dilakukan secara simultan dengan perbaikan administrasi perpajakan serta peningkatan kapasitas dan integritas aparat pelayanan pajak untuk peningkatan kualitas pelayanan perpajakan sehingga meminimalisir sengketa dan kebocoran pajak.

“Saya berharap penurunan tarif PPh Badan dapat berguna demi meningkatkan daya saing ekonomi dan kepatuhan Wajib Pajak. Ini juga bertujuan agar Indonesia mampu semakin kompetitif seperti negara-negara tetangga, terutama di kawasan ASEAN,” tutup anggota dewan dari Dapil Jawa Barat IV itu. (NL)

Tinggalkan Balasan