Jalan Mereka Menghancurkan Karir Dakwah UAS

Situasi News | Nama pendakwah nasional Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS belakangan ini menjadi buah bibir. Media-media massa nasional terutama daring dan kanal Youtube ramai-ramai membuat headline yang bombastis soal isu perceraian pendakwah dari Riau itu.

Loading...

Lihat saja, sebuah headline dari media arus utama Detikcom, “UAS Cerai, Rumah Tangganya Bermasalah Sejak 4 Tahun Lalu.” Sungguh judul yang terlambe turah dan tidak berfaedah.

Di media sosial juga tak kalah ghibahnya, lihat saja kelakuan Permadi alias Abu Janda yang mengunggah buku UAS, “Buat ikhwan akhwat, permisi mau endorse buku Ust. Abdul Somad, bagus buat yang sedang punya masalah rumah tangga. insyaallah banyak yang sudah dapat hidayah baca buku ini, membantu mencari solusi agar tetap langgeng tak perlu sampai bercerai. Bonus tiket ke surga buat 10 pembeli pertama,” kata dia di Instagram.

Mantan wartawan bola, Zulfikar Akbar tak kalah nyinyir, “Pernikahan yang tidak bahagia itu tidak selalu karena kurangnya cinta. Terkadang, itu terjadi karena kurangnya hawa persahabatan di dalam rumah tangga itu.”

UAS tidak sekali ini jadi sasaran tembak para pembencinya terutama kaum liberalis. Sebelumnya UAS juga ditembak dengan tudingan tidak toleran karena mengungkapkan kebenaran soal salib ada jinnya sesuai dengan keyakinannya. UAS juga beberapa kali dijegal agar tidak berdakwah di beberapa daerah apalagi kampus sekelas Universitas Gajah Mada atau UGM. Yang tak kalah hangat adalah soal pengharaman catur. Padahal UAS menjelaskan menurut beberapa imam.

Soal isu terakhir disebut, UAS merespons dengan bijak. “Saya tidak sempat meladeni hal sia-sia. Tapi ini masalah ilmu dan akhlaq. Saya menjawab lengkap seperti jawaban guru-guru saya.”

UAS manusia biasa. Bukan malaikat yang selalu benar, bukan setan yang kerap salah. Mencampuri urusan yang terlalu privat bukanlah urusan bijak. Masalah perceraian, tokoh besar mana yang tidak luput dari perceraian? Nabi Ismail AS pernah menceraikan istrinya atas berbagai alasan. Sayyidina Abu Bakar juga pernah menceraikan salah satu istrinya. Pun demikian dengan tokoh nasional Bung Karno pun bercerai.

Lalu apa? Apa urgensi mengurus ‘kamar’ pribadi yang dampaknya tak terlalu besar bagi kehidupan berbangsa? Perceraian lebih terhormat daripada memamerkan kepada khalayak ramai bahwa seorang gubernur mengaku bangga memiliki kebiasaan nonton tayangan pornografi. Sebuah pembenaran untuk melakukan tindakan asusila.

Tampaknya benar apa yang dikatakan oleh pendakwah Ustaz Hilmi Firdausi, “Maaf, kalau ranah pribadi, saya nggak akan pernah mau komen. Saya juga tidak komen waktu Ahok bercerai, mari kita belajar memilah mana yang layak diposting/tidak. Jangan karena kebencian membuatmu bersikap tidak adil.”

 

SUMBER © SITUASINEWS.COM

Tinggalkan Balasan