Jembatan Putus Diterjang Banjir, Novita Gerindra: Akan Jadi Perhatian Khusus

Situasi News | Anggota DPR RI Novita Wijayanti melalui Tim Novita Center Partai Gerindra Kabupaten Cilacap meninjau kondisi jembatan penghubung Desa Rawajaya dengan Desa Bantarsari yang putus akibat diterjang banjir pada Selasa (17/11) kemarin.

Loading...

Novita menyampaikan, kondisi putusnya jembatan gantung yang menghubungkan dua desa menjadi perhatian khusus untuk kemudian diteruskan kepada pemangku kebijakan, agar dapat dibangun kembali.

“Kedatangan kami (Tim, red) yang ditugaskan Ibu Hj Novita Wijayanti selaku anggota DPR RI dari Komisi V Fraksi Partai Gerindra. Beliau menyampaikan turut prihatin atas musibah banjir yang melanda wilayah kabupaten Cilacap, khususnya di kecamatan Bantarsari ini,” kata Novita melalui Koordinator Dapil Tim Novita Center, Suci dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/11).

“Ibu Novita akan bekerja sama dengan kementerian (terkait) supaya secepat mungkin jembatan yang putus tersebut di bangun kembali,”tambah dia seperti yang disampaikan Novita.

Masih dikatakan dia, keberadaan jembatan gantung yang menghubungkan dua desa tentunya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Karena jembatan gantung tersebut adalah akses dua desa bahkan dari wilayah seputaran desa tersebut juga banyak yang memanfaatkan jembatan gantung tersebut,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Bantarsari Heri Winarno menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah memberikan perhatiannya terhadap kondisi jembatan yang terputus pasca diterjangan banjir kali Cimeneng.

“Alhamdulillah pagi ini dari Kementerian PU (Pekerjaan Umum) dan Tim dari Ibu Novita Partai Gerindra Kabupaten Cilacap, dari BBWS Citandui turun kelapangan melihat langsung kondisi jembatan gantung yang rusak. Karena jembatan gantung tersebut bukan hanya di gunakan warga Rawajaya dan Bantarsari saja, tetapi warga di luar desa tersebut,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan segera di perbaiki atau di bangun yang lebih kuat lagi, terkait bencana banjir di Kecamatan Bantarsari sendiri, Desa Cikedondong adalah yang terparah, sebab desa ini sendiri daerahnya sangat rendah di tambah ada beberapa tanggul sungai yang jebol,”pungkas dia. (Nov/SN)

 

 

Tinggalkan Balasan