Situasinews.com-Medan | Sosok mantan Dirut PT Bank Sumut Babay Parid Wazdi, merupakan pribadi yang jujur, bersahaja, intelek, taat beribadah dan sangat kompeten di bidangnya (perbankan).
Ketua Umum MW KAHMI Sumut, H Rusdi Lubis SH MMA menegaskan hal itu dalam silaturahmi dan melepas alumni HMI Babay Farid Wazdi, Minggu (15/6/2025), yang akan meninggalkan Kota Medan dan melanjutkan kariernya di Jakarta.
Pada silaturahmi yang dipandu Sekum KAHMI Sumut H Dadang Darmawan Pasaribu itu, Rusdi menyebutkan, sebagai sesama alumni HMI, dirinya bersama keluarga besar KAHMI Sumut merasa bangga dengan kiprah Babay Farid selama sekitar dua tahun memimpin PT Bank Sumut.
“Sejak berada di bawah kepemimpinan adinda Babay, PT Bank Sumut mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat signifikan,” kata Rusdi, seraya berharap Babay akan meraih sukses di tempat kerja yang baru.
Hal senada dikemukakan senior KAHMI Sumut Riza Fakhrumi Tahir, Agus Salim Ujung dan Presidium Forhati Sulfia Dewi Rambe, yang kompak menyebut, sosok jujur dan kompeten seperti Babay, akan sukses di manapun ditempatkan.
Riza dan Ujung menilai, Babay merupakan salah satu contoh dari banyak kasus di negeri kita khususnya Sumatera Utara, yang menjadi korban, akibat rekrutmen pejabat tidak mengedepankan merrit system, melainkan lebih mengutamakan faktor like or dislike.
Sementara, Babay mengatakan, kebijakan ekonomi harus berorientasi pada keberlanjutan, keadilan sosial, dan kesejahteraan masyarakat luas. Arah pembangunan harus memastikan bahwa manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Sektor keuangan, termasuk perbankan daerah seperti Bank Sumut, harus beradaptasi dengan tantangan zaman dan berkontribusi dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat,” ujarnya.
Selanjutnya, Babay menyampaikan terima kasih atas support dari rekan-rekan alumni HMI yang tergabung di KAHMI Sumut. “Insya Allah, kebersamaan dan ukhuwah di antara kita tetap akan terjalin, walau saya tidak bertugas di Medan lagi,” kata Babay.
Hadir dalam pertemuan ini, pengurus KAHMI Sumut Dr Muazzul, Prof Lusiana Andriani Lubis, Aja Syahri, Armansyah Harahap, Hadi Sukmono, Dedek Kurniawan, Ismail Marzuki, Yenny Siregar, dan lainnya.






