MEDAN, situasinews.com | Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menghadiri kegiatan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) 2025 yang diadakan Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Acara ini diselenggarakan di halaman Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun.
Pantauan di lokasi acara, , Rabu (21/5/2025), Kombes Gidion yang mengenakan pakaian adat Melayu Serumpun tiba di lokasi sekitar pukul 19:00 WIB. Kedatangan Gidion didampingi oleh Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP I Made Parwita.
Selain Kapolrestabes Medan, tampak juga Staf Ahli Gubsu Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan Sumber Daya Alam (SDA), Manna Wasalwa Lubis, Seri Peduka Sultan Deli XIV, Tuanku Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Indonesia Direktur Poltekpar Kota Medan, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Zulkarnaen, Dandim 0201/Medan Kolonel Inf Muhammad Radhi Rusin, Dandenpom I/5 Medan Letkol Cpm Hanri Wira Kusuma, dan pimpinan Kejaksaan serta Pengadilan Negeri Medan.
Dari Konjen tampak Konjen Malaysia beserta Istri, Shahril Nizam Abdul Malek, Konjen Singapore diwakili oleh istri, Konjen India, Mr Ravi Shanker Goel, Konjen Jerman, Daniel Ahyaksa Darmadi, Konjen Amerika Serikat, Bernard Uadan, Konjen Tiongkok, Madam Liu Yuqing dan istri, Konjen Jepang, serta Konjen Turki .
Ada juga Ibu Ratu Kesultanan Pontianak, Kepala OPD Provsu dan Kota Medan, para Camat dan Lurah se-Kota Medan, dan para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, serta Ketua MUI Kota Medan.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas menyebut kegiatan budaya Gelar Melayu Serumpun yang dihadiri sejumlah negara sahabat menjadi momentum memperkuat persaudaraan.
“Kita hadir di sini karena mempercayai suatu hal yang sama. Kita menyakini kita adalah satu keluarga yang sama, memiliki semangat yang sama, serta memiliki akar yang sama yaitu Melayu,” ujar Rico Waas pada kegiatan berlansung.
Rico Waas menilai budaya Melayu bukan sekadar identitas etnis, tetapi juga sebagai jiwa yang harus dijunjung tinggi yang hidup di dalam diri.
Dengan kegiatan yang melibatkan empat negara yakini Malaysia, India, Thailand, dan Singapura menjadi momentum untuk memperkuat tali persaudaraan antarnegara.
Dia berharap kegiatan yang juga merupakan sebagai Karisma Event Nusantara 2025 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata RI ini budaya Melayu dapat mendunia di kancah Internasional.
“Insya Allah, Gelar Melayu Serumpun ini mendunia dan tetap ‘Takkan hilang Melayu di bumi’. Ini harapkan kita agar melayu semakin dikenal terutama dari Medan untuk dunia,” ujar dia.
Gelar Melayu Serumpun yang digelar ke delapan kalinya itu berlangsung mulai 21 sampai 24 Mei 2025 di Istana Maimun, Kota Medan.
Sebanyak 29 delegasi dari Indonesia maupun luar negeri terdaftar sebagai peserta.
Adapun delegasi dari Indonesia tersebut, yakni Sabang, Langsa, Aceh Singkil, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Langkat, Binjai, Serdangbedagai, Deliserdang.
Kemudian Asahan, Labuhanbatu Utara, Sibolga, Batam, Dumai, Musi Banyuasin, Jakarta, Bandung, dan Pontianak.
Sedangkan delegasi dari luar negeri, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, dan India. (iwan/ant)






