Kata Hermansyah Soal Situs KPU Yang Dinilai Janggal

Situasi News | Situs perhitungan hasil pilkada serentak KPU yang tidak bisa diakses sampai hari ini menjadi sorotan publik luas. Publik mempertanyakan banyak hal terkait situs KPU yang tidak bisa diakses itu. Salah satunya adalah Hermansyah, ahli IT lulusan ITB.

Loading...

Seusai DOWN, kemuian diberlakukan buka-tutup untuk bisa mengakses situs KPU sejak Jumat malam 29 Juni 2018. Selanjutnya, mulai hari Minggu situs KPU itu hanya menampilan pesan yang berbunyi:

“Untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi Hasil Pemilihan, untuk sementara layanan ini kami tidak aktifkan”.

Redaksi berusaha membuka situs itu pada pukul 10.25 WIB hari ini, Selasa, 3 Juni 2018, namun sayangnya belum juga dapat diakses.

 

Screenshot WEB KPU

 

Diketahui bahwa anggaran APBN yang digelontorkan untuk KPU dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 ini mencapai Rp 11,9 Triliun, namun sayangnya situs KPU sepertinya tidak bisa digunakan secara maksima oleh publik.

Tidak bisa diaksesnya situs KPU juga jadi sorotan ahli IT alumnis ITB Hermansyah, yang pernah mengalami pembacokan di Tol oleh orang yang tak dikenal.

Dalam postingannya di media sosial miliknya, Hermansyah menemukan kejanggalan di situs KPU. Berikut adalah pernyataan Hermansyah yang ditulisnya di akun Facebooknya pada hari Senin, 2 Juli 2018:

“KPU harusnya punya server sendiri. Ini bawa-bawa ITB, Moratel.. Gimana pemilu berikutnya… RK alumni ITB alasan apapun KPU aneh.. Ayo pemilu berikutnya KPU lebih professional. Lihat scan bawah bolong banyak gitu portnya…”

 

Screenshot Facbook Hermansyah

 

Adapun yang disoroti oleh Hermansyah, mengapa bawa-bawa ITB di situs KPU, padahal diketahui bahwa salah satu kontestan Pilgub Jabar Ridwan Kamil adalah alumni ITB.

Selanjutnya, di bawah ini adalah scan yang diunggah Hermansyah, yang memperlihatkan ada ITB di situs KPK.

Alangkah bijaknya jika KPU bisa menanggapi hal ini dengan serius. Hendaknya KPU mampu menjawab pertanyaan dengan data yang benar dan akurat, agar kecurigaan publik tidak berkembang dan hanya kebenaran dan keadilan yang dimenangkan KPU.

Diberitakan sebelumnya, publik sempat dibuat geger dengan beredarnya screenshot di mana suara yang nyoblos RINDU di Pilgub Jabar lebih banyak dibanding jumlah DPT. Setelah screenshot tersebut menjadi viral, lalu tak lama kemudian situs milik KPU itu down tidak bisa diakses.

Tinggalkan Balasan