Kehilangan 2.847 suara di Sumatera Barat, BPN Minta Situng Dihentikan

Situasi News | Juru bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan data hasil pleno tiga KPU kabupaten dan kota di Sumatera Barat berbeda dengan data di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Loading...

Tiga kota dan kabupaten tersebut adala Sijunjung, Padang Panjang dan Sawahlunto.

Dia menduga kesalahan entri data di Situng KPU RI bukan lagi karena human error, tapi memang ada masalah besar.

Untuk itu, Situng menurutnya lebih baik dihentikan daripada KPU memberikan informasi tidak valid dan menyesatkan bagi masyarakat.

“Ini bukan human error lagi, ada masalah besar. Dari hasil pleno tiga KPU kabupaten dan kota di Sumbar, semuanya berbeda jauh dengan Situng. Malahan Situng merugikan pasangan Prabowo-Sandi,” kata Andre, Jumat (3/5/2019) pagi.

Dari hasil pleno KPU Sijunjung, Prabowo-Sandi mendapatkan 110.012 suara, sementara di Situng hanya 108.859. Padahal suara yang masuk di Situng sudah 100 persen.

Perbedaan tersebut, menurut caleg DPR RI partai Gerindra dari Dapil Sumbar itu, menghilangkan 2.847 suara Prabowo-Sandi di Situng.

Sementara di Padang Panjang, hasil pleno menetapkan Prabowo-Sandi mendapatkan 27.645 suara, sementara di Situng hanya 27.447 suara, berbeda 198 suara.

“Dari pada meresahkan masyarakat, kita minta Situng ini tidak usah dilanjutkan. Mari kita tunggu saja hasil pleno KPU,” katanya.

Andre menduga ada indikasi Situng dibuat untuk menaikkan suara salah satu paslon dan menurunkan paslon lainnya.

“Situng yang dibuat KPU datanya tidak valid. Ini tentu meresahkan dan menambah kecurigaan masyarakat. Apa benar Situng ini gunanya untuk menaikkan suara salah satu paslon ?” kata Andre.

Sebelumnya diberitakan ada perbedaan 2.847 suara Prabowo-Sandi dan 221 suara Jokowi-Maaruf Amin di pleno KPU Sijunjung dengan Situng.

Di Situng yang sudah 100 persen, pasangan Prabowo-Sandi memperoleh 108.859 suara. Sementara pleno KPU Sijunjung memperoleh 110.012 suara. Sementara suara Jokowi-Maaruf Amin di Situng hanya 15.484 suara dan di pleno menjadi 15.705.

Perbedaan hasil antara Situng dengan pleno juga terjadi di Kota Sawahlunto. Pleno KPU Sawahlunto menetapkan pasangan Prabowo-Sandi menang dengan 31.341 suara, sementara di Situng yang sudah 100 persen mendapatkan 31.418 suara.

Pasangan capres Jokowi-Maaruf mendapatkan 7.077 suara berdasarkan hasil pleno, namun di Situng tertulis 7.091 suara.

Untuk Padang Panjang, hasil pleno KPU setempat, Prabowo-Sandi mendapatkan 27.645 suara dan di Situng 27.447. Kemudian Jokowi-Maaruf Amin mendapatkan 3.993 di pleno dan di Situng tertulis 3.976 suara.

Pleno KPU Padang Panjang sendiri sudah dilaksanakan pada 27 April 2019 lalu, namun data di Situng belum juga diperbaiki.

 

SUMBER © SITUASINEWS.COM

Tinggalkan Balasan