Kembali Terjadi, Ketua DPR RI Minta Pemerintah Evaluasi K3 Proyek Infrastrukturnya

Situasi News | Jakarta, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta agar pemerintah mengevaluasi terhadap pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur terkait aspek keselamatan kerja (K3).

Loading...

Hal itu terkait dengan kembalinya terjadi kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur jalan dan jembatan, yakni robohnya (double track) rel kereta cepat Jakarta-Bandung dan crane yang menewaskan empat orang pekerja dan lima orang mengalami luka-luka di Jatinegara, Jakarta Timur, beberapa hari lalu.

“Meminta Komisi V dan Komisi IX memanggil Menteri PUPR dan Menteri Perhubungan untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban, ata kejadian tersebut. Mengingat sejak akhir tahun lalu, tercatat adanya 12 kecelakaan kerja proyek infrastruktur,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (5/2/2018).

Selain itu, sambung dia, meminta agar kepolisian melakukan penyelidikan dugaan adanya pelanggaran prosedur oprasi stansar dalam pengerjaan proyek dua jalur ganda tersebut.

“Meminta Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR bersama Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi Indonesia (A2K4I) mengevaluasi prosedur kerja dan keselamatan pada sejumlah proyek strategis dan proyek dengan resiko tinggi lainnya,” ujar politikus Golkar itu.

“Meminta PT Hutama Karya sebagai kontraktor proyek untuk bertanggung jawab dan tidak melanggar ketentuan UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung serta UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi,” pungkasnya. (NL)

Tinggalkan Balasan