Ketua FPAN DPRDSU Yahdi Khoir Harahap : Pemprovsu Harus Maksimalkan PAD untuk Kelancaran Pembangunan Infrastruktur

Ekonomi, Medan325 Dilihat

SituasiNews.com, Medan | Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut, Ir H Yahdi Khoir Harahap MBA minta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), agar memaksimalkan hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD), untuk tetap menjaga kesinambungan dan kelancaran pembangunan infrastruktur provinsi.

Sebab, saat ini dana transfer dari Pemerintah Pusat ke Sumut, dipangkas dengan nilai yang cukup fantastis yakni Rp1,1 Triliun lebih. Sehingga pembangunan infrastruktur yang tertunda maupun yang akan dilaksanakan hanya bisa bertumpu dari PAD.

“Ya tentunya saat ini kita hanya bisa berharap dari PAD untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan. Namun saat rapat Banggar, kita lihatpun target PAD 2026 agak lemas,” ungkap Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut ini kepada wartawan di gedung dewan, Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis (16/10/2025).

Yahdi melanjutkan, alasan dirinya kaget dan lemas ketika melihat pemaparan dari para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprovsu, dikarenakan masih minimnya inovasi dalam mencapai PAD yang seharusnya bisa ditingkatkan.

“Yang buat lemas lihatnya itu, yang dipotong padahal dana transfer ke daerah. Tapi PAD kita ke depan juga ikutan lemas. Padahal seharusnya dengan kondisi pemangkasan yang menyesuaikan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi, pemerintah harus mampu menciptakan terobosan baru,” ujarnya.

BACA JUGA  Kejari Medan Ungkap 15 Kasus Korupsi Sepanjang 2025, HMI dan DEMA Sumut Apresiasi Ketegasan Kajari

Tak hanya itu, politisi senior yang multitalent ini juga memberikan contoh dalam menggali potensi PAD, seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada tahun 2026 diestimasi mengalami kenaikan dengan nilai Rp26 miliar, padahal jumlah kendaraan di Sumut saat ini berkisar 8 Juta.

“Dari target itu, tetapi yang bayar pajak saja saat ini masih 2 juta kendaraan. Artinya, 6 juta lagi harus dikejarlah, seharusnya ini upaya Badan pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mengoptimalisasi PAD di Sumut,” ujar wakil rakyat dari Dapil Sumut V meliputi Kabupaten Batubara, Asahan dan Kota Tanjung Balai ini.

Yahdi mengungkapkan, bahwa pajak air permukaan saat ini cuma bertambah Rp24 miliar, padahal kalau dana transfer dipangkas, hal tersebut dilakukan di tingkat pusat, sehingga dirinya bingung kenapa rancangan PAD di 2026 tidak maksimal.

“Maka dari itu, pada saat Rancangan APBD di Badan Anggaran, kami skors dulu untuk dikaji dan didalami lebih lanjut. Jadi kalau nanti kalau ada pembangunan yang tertunda di 2026 bisa dianggarkan, akan disesuaikan pada sektor pendapatan kita,” paparnya.

BACA JUGA  Kejari Medan Ungkap 15 Kasus Korupsi Sepanjang 2025, HMI dan DEMA Sumut Apresiasi Ketegasan Kajari

Yahdi menerangkan, hal yang memungkinkan pembangunan jalan tertunda bisa tetap dilaksanakan, selagi kucuran dana pada tahun 2026, hasil PAD bisa dimaksimalkan.

“Kalau memungkinkan tidak akan masalah, Nanti kami akan komunikasi lebih lanjut supaya mutliyears yang tertunda akan kita prioritaskan di 2026, karena rakyat sudah menunggu janji pemerintah hingga saat ini,” ucapnya.

Untuk itu, sambung Yahdi, Komisi D mendorong Pemprovsu untuk mampu pada 2026 melaksanakan program pembangunan multiyears secara maksimal, khususnya akses jalan perbatasan Kabupaten Batubara dan Serdang Bedagai.

“Salah satu pembangunan jalan yang harus dilanjutkan kita harapkan di proyek multiyears jalan dari Titi Kembar hingga Tugu Nenas yang menghubungkan Batubara dan Sergai, sebab jalan provinsi ini sudah putus kontrak dan tak dilanjutkan sejak tahun 2023,” pungkas Yahdi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *