Ketua FPAN DPRDSU Yahdi Khoir Sesalkan, Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu di Batu Bara Kembali Makan Korban

Daerah, Medan110 Dilihat

Situasinews.com-Medan | Ketua FPAN DPRDSU Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut, Ir H Yahdi Khoir Harahap MBA menyatakan prihatin dan menyayangkan, perlintasan kereta api tanpa palang pintu, kembali memakan korban di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

“Saya sangat menyesalkan terjadinya insiden berulang tanpa disertai solusi konkret dari pihak terkait. Segera setelah masa reses, kami akan panggil Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah I Sumut dan PT KAI untuk rapat dengar pendapat (RDP),” tegas Yahdi, Kamis (26/6/2025).

Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut ini menilai Balai dan PT KAI lamban dalam menindaklanjuti hasil rapat-rapat sebelumnya. Padahal keselamatan masyarakat di perlintasan kereta api semestinya menjadi prioritas utama.

Politisi yang vokal dan merakyat ini mengkritisi alasan efisiensi anggaran yang kerap dilontarkan sebagai penghambat pemasangan palang pintu. “Kebijakan efisiensi anggaran dari Presiden Prabowo, tak relevan dijadikan sebagai alasan,” tegasnya.

Sebelumnya, kata Yahdi, dirinya sudah minta agar Balai Teknik Perkeretaapian dan PT KAI membangun palang pintu sederhana/ manual yang dijaga secara swakarsa bekerjasama dengan pemerintah desa setempat.

BACA JUGA  Ketua FPAN DPRDSU Yahdi Khoir Apresiasi Sikap Tegas Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan di Sumatera

Terdapat lima perlintasan kereta api yang telah direncanakan untuk dipasangi palang pintu sederhana. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Simpang Lima Lalang, Simpang Galon, Simpang Durian, Simpang Pakam, Simpang Lalang.

Kesepakatan pemasangan palang pintu ini telah dicapai bersama antara Dinas Perhubungan Provinsi dan Dinas Perhubungan Kabupaten, sesuai dengan kewenangan masing-masing terhadap jalan yang bersangkutan.

Untuk perlintasan di Simpang Lalang, yang merupakan jalan provinsi, palang pintu telah dipasang beberapa waktu lalu. Sementara itu, empat perlintasan lainnya yang menjadi kewenangan Kabupaten masih belum dipasangi.

Pendanaan operasional untuk pemasangan palang pintu di empat lokasi tersebut akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Batu Bara, dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah tersebut.

Yahdi menegaskan, Komisi D DPRD Sumut tidak akan tinggal diam. RDP yang akan digelar nanti akan menjadi forum evaluasi menyeluruh. “Jika perlu, kita dorong alokasi anggaran khusus untuk pengamanan perlintasan kereta api,” ujarnya.

BACA JUGA  Ketua FPAN DPRDSU Yahdi Khoir Apresiasi Sikap Tegas Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan di Sumatera

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi rel, terutama di jam-jam operasional kereta. “Keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja, tapi kita semua,” kata Yahdi.

Portal Sementara Dipasang 2 Juli

Menanggapi pernyataan Yahdi, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah I Sumut, Jimmi Gultom menyebutkan, portal sederhana akan segera dipasang di lima titik perlintasan tanpa palang, termasuk Simpang Durian dan Galon.

“Produksi plang sudah selesai, rencana pemasangan pada 2 Juli. Satu titik di Simpang Kampung Lalang sudah kami pasang. Sisanya masih dalam proses,” ungkapnya.

Namun ia mengakui, penjagaan perlintasan belum bisa dilakukan secara permanen karena belum ada alokasi anggaran dari Pemkab Batu Bara. Untuk sementara, beberapa titik dijaga dengan bantuan CSR dari perusahaan sekitar.(UJ)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *