Ketum PBNU: Belajar Ke Arab Pulang Bawa Ilmu, Bukan Gamis dan Jenggot

Situasi News | Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyampaikan bahwa bangsa Indonesia akan tetap ada sampai kapan pun, terlebih jika warganya sendiri bangga dengan budayanya sendiri.

Loading...

“Perlu saya tegaskan, saya dengan Muhammadiyah Insyaallah sama. Kita dengan hal umum sama, mari kita selamatkan, kita jaga keutuhan NKRI. Bukan hanya geografi, tapi yang paling penting keutuhan budaya,” tutur Said Aqil saat pertemuan dengan petinggi Muhammadiah di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (23/3/2018).

Menurut Said Aqil, seperti yang telah dicontohkan oleh pendiri NU dan Muhammadiyah yakni Wahid Hasyim dan Ahmad Dahlan. Sekembalinya dari menimba ilmu khususnya Islam di Timur Tengah, keduanya membawa semangat yang sama untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia.

“Belajar ke Arab boleh, tapi pulang harus bawa ilmu, bukan bawa jenggot. Jangan bawa gamis, bawa ilmu. Karena kalau belajar Islam belum ke arab memang kurang. Begitu pula yang belajar di Amerika, Eropa. Silakan belajar ke mana, Australia, pulang bawa teknologi, ilmu, jangan bawa budaya. Dari Eropa jangan bawa Anggur, dari Arab jangan bawa gamis, jenggot,” jelas dia.

Said Aqil menyatakan bahwa budaya Indonesia lebih baik daripada budaya Timur Tengah. Seperti adab memanggil saudara, istri, san keluarga lainnya, Indonesia lebih santun dibanding Arab Saudi.

“Kita lagi sujud, biasa melangkah di kepala ini. Ini pasti bukan orang Indonesia. Pasti orang Arab itu. Orang lalu lalang di depan biasa lalu lalang, nggak risih. Coba pas umroh kalian itu. Bungkuk sedikit, nggak ada,” kata Ketua Umum PBNU Said Aqil ini. (le)

Tinggalkan Balasan